MEDIABBC.co.id -Papua – Direktur Eksekutif Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Noor Azhari, menilai pembangunan di Papua perlu terus diarahkan pada pendekatan yang inklusif dan berpusat pada masyarakat agar mampu menciptakan kemajuan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat persatuan nasional.
Menurut Noor, berbagai pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas, penguatan layanan publik, hingga pengembangan kawasan ekonomi yang dilakukan pemerintah merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
“Komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan Papua patut diapresiasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa pembangunan tersebut semakin berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat harmoni sosial,” ujar Noor dalam keterangan tertulis, Rabu (2/7/2026).
Ia mengatakan keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari bertambahnya infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan masyarakat dan meningkatnya kualitas sumber daya manusia. Mengutip pesan dalam lagu Indonesia Raya, Noor menegaskan bahwa pembangunan bangsa harus mampu membangun “jiwa” dan “badan” secara bersamaan.
“Artinya, pembangunan fisik perlu berjalan beriringan dengan pembangunan manusia, penguatan karakter, penghormatan terhadap budaya lokal, serta perluasan partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan,” katanya.
Menurut Noor, Papua memiliki keragaman budaya dan komunitas adat yang menjadi kekuatan sekaligus modal sosial bagi pembangunan.
“Oleh sebab itu, setiap kebijakan akan lebih efektif apabila disusun dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan karakteristik masyarakat setempat”, tuturnya.
Ia menambahkan, pelibatan tokoh adat, tokoh agama, akademisi, organisasi masyarakat sipil, media, perempuan, dan generasi muda menjadi faktor penting dalam memperkuat keberhasilan pembangunan.
“Dialog yang terbuka dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan melahirkan rasa memiliki terhadap pembangunan. Ketika masyarakat menjadi bagian dari proses tersebut, maka pembangunan akan berlangsung lebih harmonis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Noor juga menilai riset sosial dan advokasi berbasis data perlu menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan.
“Pendekatan tersebut dapat membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif sekaligus memperkuat efektivitas berbagai program pembangunan”, ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Papua memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional, baik dari sisi potensi sumber daya alam, kekayaan budaya, maupun letak geopolitiknya. Karena itu, pembangunan di Papua perlu terus diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan tetap memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“Papua yang maju bukan hanya ditandai dengan bertambahnya jalan, pelabuhan, atau kawasan ekonomi. Papua yang maju adalah ketika masyarakatnya semakin sejahtera, generasi mudanya memiliki kesempatan berkembang, budayanya tetap lestari, dan manfaat pembangunan dirasakan secara merata,” pungkasnya.
(Kelana0-3)

=========================================












