MEDIABBC.co.id, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang bersiap menggelar uji coba Car Free Day (CFD) tahap 2 dengan skema yang lebih agresif: waktu dipangkas, lintasan diperluas, dan targetnya bukan lagi sekadar olahraga warga, melainkan mendongkrak kunjungan wisata.
Uji coba ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026, mulai pukul 05.30 hingga 08.00 WIB. Durasi yang lebih singkat, dipangkas satu jam dibanding tahap pertama menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai menyempurnakan formula CFD agar lebih efisien tanpa mengganggu mobilitas kota terlalu lama.
Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menegaskan bahwa CFD tahap kedua bukan sekadar rutinitas akhir pekan. Ada misi ekonomi yang dibidik secara langsung.
“CFD ini harus berdampak. Kita ingin orang datang, bukan hanya warga lokal, tapi juga wisatawan. Aktivitas meningkat, konsumsi naik, dan pada akhirnya mendongkrak pendapatan daerah,” ujarnya dalam rapat Forum Lalu Lintas di Kantor Dinas Perhubungan.
Lintasan baru yang menghubungkan Bundaran Cinde hingga Fly Over Jakabaring disebut akan memberikan pengalaman berbeda, dengan lanskap kota yang lebih panjang dan variatif. Pemerintah juga menjadikan kawasan ikonik sebagai daya tarik utama, termasuk Jembatan Ampera yang diposisikan sebagai pusat aktivitas publik selama CFD berlangsung.
Namun di balik ambisi tersebut, tantangan klasik tetap membayangi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto, mengakui rekayasa lalu lintas akan menjadi ujian utama dalam pelaksanaan tahap kedua ini. Sejumlah titik rawan sudah diantisipasi dengan penambahan personel, khususnya di jalur alternatif seperti Jembatan Musi IV dan Musi VI.
“Kami tidak ingin CFD justru menciptakan masalah baru. Karena itu, pengamanan dan pengaturan lalu lintas diperkuat, termasuk koordinasi dengan kepolisian,” katanya.
Pemkot juga mulai mendorong perubahan perilaku masyarakat dengan mengarahkan penggunaan transportasi publik, terutama LRT, untuk mengurangi beban kendaraan pribadi di pusat kota selama CFD berlangsung.
Langkah ini menjadi bagian dari eksperimen lebih besar: menjadikan CFD bukan hanya ruang bebas kendaraan, tetapi juga alat penggerak ekonomi dan wajah baru pariwisata perkotaan.
Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin Palembang akan memiliki model CFD yang berbeda dari kota-kota lain lebih singkat, lebih padat, namun dengan dampak ekonomi yang lebih terasa.
Kini pertanyaannya, apakah warga siap beradaptasi, dan mampukah pemerintah menjaga keseimbangan antara euforia publik dan kelancaran kota?
Minggu pagi nanti akan menjadi jawabannya.(H Rizal).

=========================================












