MEDIABBC.Co.id, MUSI BANYUASIN — Kepedulian terhadap dunia pendidikan tidak cukup hanya melalui kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Pembinaan karakter, pencegahan kenakalan remaja, serta perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba dan perundungan juga membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Komitmen tersebut ditunjukkan Kapolsek Lalan, Ipda Mustafa Fajri, S.H., melalui program POLIDIK (Polisi Peduli Pendidikan) di SMAN 2 Lalan, Desa Purwa Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Senin (19/10/2026). Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.15 WIB di ruang aula SMAN 2 Lalan tersebut, Kapolsek Lalan bersama anggota Bhabinkamtibmas memberikan edukasi dan imbauan kepada para pelajar mengenai berbagai persoalan yang berpotensi merusak masa depan generasi muda. Tiga persoalan utama menjadi perhatian, yakni kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta tindakan perundungan atau bullying yang masih menjadi ancaman di lingkungan pendidikan. Ipda Mustafa Fajri menegaskan bahwa kenakalan remaja bukan persoalan sepele. Perilaku menyimpang dapat membawa dampak negatif, bukan hanya bagi pelajar yang bersangkutan, melainkan juga bagi orang tua, lingkungan sosial, hingga masa depan mereka sendiri. Karena itu, para pelajar diingatkan agar mampu menjaga pergaulan, mempertimbangkan setiap tindakan, serta tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam perilaku negatif. Menurut Kapolsek, masa sekolah merupakan periode penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang akan menentukan perjalanan hidup seseorang pada masa mendatang. Pembinaan sejak dini dinilai penting agar para siswa memahami batasan perilaku serta mampu membedakan tindakan yang positif dan tindakan yang berisiko menimbulkan persoalan sosial maupun hukum. Selain kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba juga menjadi materi penting dalam kegiatan POLIDIK tersebut. Kapolsek Lalan bersama Bhabinkamtibmas mengingatkan para siswa agar tidak mencoba-coba narkoba, menjauhi lingkungan pergaulan yang berisiko, serta berani menolak apabila mendapatkan ajakan untuk menggunakan barang terlarang tersebut. Penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan, mengganggu pendidikan, menghancurkan hubungan keluarga, dan menghambat masa depan penggunanya. Ancaman tersebut menjadi perhatian serius karena generasi muda merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan dan pembinaan agar tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, produktif, serta mampu berkontribusi bagi bangsa. Ipda Mustafa Fajri menekankan pentingnya membangun kesadaran pelajar sejak dini agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan yang merugikan.Persoalan berikutnya yang menjadi sorotan adalah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Dalam edukasi tersebut, para siswa diingatkan bahwa tindakan mengejek, mempermalukan, mengintimidasi, mengancam, atau melakukan kekerasan terhadap teman tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa apabila menimbulkan penderitaan bagi korban. Perundungan dapat meninggalkan dampak psikologis, mengganggu proses belajar, menurunkan rasa percaya diri, bahkan membuat korban merasa tidak aman di lingkungan sekolah. Lebih jauh, tindakan perundungan tertentu juga dapat berujung pada proses hukum, bergantung pada bentuk perbuatan, akibat yang ditimbulkan, usia pelaku, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk aturan terkait perlindungan anak. Melalui penyampaian materi tersebut, Kapolsek Lalan mengajak para siswa untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan tidak menjadikan kelemahan orang lain sebagai bahan ejekan. Para pelajar juga diharapkan berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru, pihak sekolah, atau orang dewasa yang dapat membantu menyelesaikan persoalan secara tepat. Dalam keterangannya, Kapolsek Lalan Ipda Mustafa Fajri, S.H., menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif. […]
Tag: polidik
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

=========================================
