========================================= ========================================
News  

Tagih Jasa Perjalanan Klub Sumsel United Senilai Rp1,7 Miliar Macet, Manajemen PT Cahaya Sumsel Utama Tutup Mulut

MEDIABBC.co.id,  PALEMBANG — Sikap tertutup dan terkesan alergi konfirmasi yang ditunjukkan oleh manajemen PT Cahaya Sumsel Utama —perusahaan pengelola klub sepak bola Sumsel United— menuai sorotan tajam dari Koalisi Mata Publik Sumatera Selatan.

Badan usaha tersebut diduga sengaja mengabaikan surat permohonan klarifikasi terkait tunggakan tagihan jasa layanan perjalanan yang nilainya mencapai Rp1.702.987.465 (Rp1,7 miliar).

Upaya konfirmasi resmi yang dilayangkan melalui surat nomor 027/KMP-SS/IX/2026 tersebut ditempuh demi menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjunjung tinggi asas keberimbangan informasi publik.

Namun, hingga batas waktu toleransi berakhir, jajaran direksi dan manajemen PT Cahaya Sumsel Utama memilih bungkam dan dinilai tidak menghargai kehadiran serta kerja-kerja profesional awak media.

Kronologi Kemitraan dan Bengkaknya Nilai Tunggakan

Polemik finansial ini bermula dari kerja sama antara PT Qolbu Sejahtera Abadi dan PT Cahaya Sumsel Utama yang diikat melalui dua Perjanjian Kerja Sama (PKS), yakni Nomor: 259/PKS-QSA/CSU/VII/2025 dan Nomor: 1012/QWI/VII/2025, yang ditandatangani di Palembang pada 17 Juli 2025.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, PT Qolbu Sejahtera Abadi bertindak sebagai vendor resmi penyedia:

Reservasi tiket pesawat (domestik dan internasional).

Pengurusan dokumen perjalanan resmi.

Layanan akomodasi dan fasilitas perjalanan dinas untuk operasional klub Sumsel United.

Persoalan mengemuka ketika klaim tagihan atas berbagai fasilitas yang telah digunakan secara masif sepanjang rentang tahun 2025 hingga 2026 tak kunjung diselesaikan. Total kewajiban pembayaran yang tertahan saat ini tercatat menembus angka Rp1.702.987.465.

“Aktivitas dan fasilitas perjalanan dinas luar kota terus dimanfaatkan, namun pihak PT Cahaya Sumsel Utama justru terkesan mempertanyakan keabsahan rincian tagihan tanpa ada kejelasan itikad baik penyelesaian,” tegas Jack, perwakilan Koalisi Mata Publik.

Ia juga menyayangkan sikap manajemen PT Cahaya Sumsel Utama yang menutup rapat saluran komunikasi.

“Kami sangat menyayangkan sikap manajemen yang tidak menjawab konfirmasi yang kami layangkan, seakan-akan tidak menghargai para awak media. Sampai saat ini, tidak ada jawaban baik secara lisan maupun tertulis,” imbuhnya.

Bungkam Di Konfirmasi Publik Layak Curiga

Melalui pernyataan sikap resminya, Koalisi Mata Publik—wadah yang menghimpun sejumlah jurnalis dan lembaga media lokal serta nasional di Sumatera Selatan—telah mengajukan beberapa poin pertanyaan krusial, antara lain:

Kebenaran informasi terkait dugaan tunggakan pembayaran selama aktivitas klub Sumsel United.

Status kepastian dan jadwal pelunasan tagihan.

Dasar hukum atau argumentasi di balik penyangkalan rincian tagihan oleh manajemen PT Cahaya Sumsel Utama.

Komitmen nyata dan itikad baik penyelesaian melalui forum musyawarah mufakat.

Namun, hingga lewat dari batas waktu 1×24 jam sejak surat diterima, pihak manajemen PT Cahaya Sumsel Utama tetap membisu. Sikap tertutup ini memicu spekulasi luas di tengah publik bahwa perusahaan terkesan berupaya lari dari tanggung jawab finansial terhadap mitra kerjanya.

Kendati demikian, Koalisi Mata Publik menegaskan tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalisme dengan membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi bagi manajemen PT Cahaya Sumsel Utama guna memverifikasi fakta demi menjaga keberimbangan berita sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Cahaya Sumsel Utama masih belum memberikan keterangan resmi apa pun terkait polemik tagihan bernilai miliaran rupiah tersebut.

(Mukhlis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *