MEDIABBC.co.id,PALEMBANG — Ketua Umum DPD Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan periode 2026–2030, M. Yusuf Malaya, menegaskan komitmennya menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai kekuatan sosial yang tertib dan konstruktif.

Pesan itu disampaikannya usai pelantikan kepengurusan di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (14/2/2026), di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap potensi konflik antarorganisasi masyarakat di sejumlah daerah.

“PMPB tidak lahir untuk benturan. Kalau ada anggota yang membawa nama organisasi untuk kepentingan konflik, akan kami proses tegas sesuai aturan,” kata Yusuf.
Ia memastikan kepengurusan baru akan memperketat penegakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sanksi hingga pencabutan keanggotaan disiapkan bagi pelanggaran berat atau yang dilakukan berulang.
“Organisasi besar harus disiplin. Tanpa ketertiban, marwah tidak akan terjaga,” tegasnya.
Pernyataan senada disampaikan Panglima PMPB Sumsel, Mang Zai. Ia menegaskan seluruh jajaran siap mengawal arahan ketua umum dan memastikan organisasi tetap berada pada koridor hukum.
“Kami tegak lurus dengan komando Ketua Umum. PMPB harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas, bukan menjadi sumber persoalan,” ujar Mang Zai.
Menurutnya, dengan jumlah anggota yang mencapai puluhan ribu orang di Sumatera Selatan hampir 15 ribu di Palembang dan lebih dari 9 ribu di Musi Banyuasin, soliditas dan pengendalian internal menjadi prioritas.
“Kekuatan besar harus dikelola dengan kedewasaan. Kami siap menjaga disiplin anggota di lapangan,” tambahnya.
Di bawah kepemimpinan Yusuf Malaya, PMPB Sumsel menargetkan penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kerakyatan, pendidikan, kegiatan sosial budaya, serta aktivitas keagamaan sebagai program prioritas lima tahun ke depan.
Yusuf menyebut penyusunan program dilakukan dengan melibatkan akademisi dan kalangan profesional agar lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Selain aktif di organisasi, Yusuf juga dikenal dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ia tercatat telah memberangkatkan 64 jamaah untuk umrah secara gratis.
Pelantikan kepengurusan 2026–2030 menjadi titik awal konsolidasi besar bagi PMPB Sumsel. Dengan komando Yusuf Malaya dan dukungan penuh jajaran, termasuk Panglima Mang Zai, organisasi ini menegaskan arah barunya: menjauh dari konflik dan fokus pada kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kami ingin PMPB hadir sebagai organisasi bermartabat, bermanfaat, dan menjadi mitra strategis pemerintah serta masyarakat,” tutup Yusuf.(H Rizal).








