News  

Sebulan Penuh di Jalanan, M. Yusuf Malaya Kerahkan “Pasukan” PMPB Bagi Ribuan Takjil dan Sembako

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG – Belum genap sepekan memimpin Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan periode 2026–2030, M. Yusuf Malaya langsung menggeber mesin organisasi. Tanpa menunggu rapat panjang dan seremoni, ia memilih strategi yang lebih konkret: mengerahkan seluruh kekuatan relawan PMPB turun ke jalan selama bulan Ramadhan.

Hasilnya, ribuan paket takjil dibagikan setiap hari di berbagai titik Kota Palembang. Jalan protokol, persimpangan padat, hingga kawasan permukiman menjadi sasaran aksi sosial yang digerakkan sejak 23 Februari 2026 itu.

Bagi Yusuf, Ramadhan adalah momentum pembuktian.

“Organisasi tidak boleh hanya ramai di struktur, tapi sunyi di aksi. Selama puasa ini, kami ingin PMPB benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Program bertajuk “PMPB Sumsel Ramadhan Berbagi” tak hanya menyasar pengguna jalan dan warga yang membutuhkan takjil. Yusuf juga menginstruksikan jajaran pengurus dan anggota untuk menyalurkan bantuan sembako ke sejumlah panti asuhan di Sumatera Selatan.

Salah satu yang dikunjungi adalah Panti Asuhan Warrohmah di kawasan Kalidoni, Palembang. Di panti yang menampung 22 anak yatim piatu tersebut, rombongan PMPB menyerahkan beras, gula, minyak goreng, susu, nasi kotak, hingga paket takjil.

Yusuf menegaskan, bantuan yang diberikan bukan sekadar simbolis.
“Kami ingin memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi selama Ramadhan. Ini bukan kegiatan satu kali, tapi bagian dari program sosial berkelanjutan selama masa kepengurusan,” ujarnya.

Ketua Panti Warrohmah, Hardi, mengaku bantuan tersebut sangat membantu operasional panti menjelang Ramadhan.
“Bantuan ini berarti sekali bagi anak-anak. Tapi yang lebih penting, mereka merasa diperhatikan,” katanya.

Langkah cepat Yusuf Malaya menjadi sorotan. Di tengah banyaknya organisasi yang hanya aktif saat momentum tertentu, PMPB Sumsel justru memulai kepengurusan dengan aksi masif dan terukur.

Selama satu bulan penuh, ribuan takjil dibagikan langsung ke masyarakat. Relawan bergerak secara terjadwal, menyasar titik berbeda setiap hari. Pola kerja ini diklaim sebagai fondasi transformasi PMPB dari paguyuban berbasis kekerabatan menjadi kekuatan sosial yang responsif.

Publik kini menanti konsistensi gerakan tersebut. Apakah gebrakan awal ini akan berlanjut menjadi gerakan sosial jangka panjang?

Yang jelas, M. Yusuf Malaya telah mengirim pesan tegas sejak hari pertama: PMPB Sumsel tidak ingin sekadar dikenal sebagai organisasi, tetapi diingat karena manfaatnya.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *