=========================================

Gelar Aksi Damai di Mapolda Sumsel, Koalisi Pers Desak Tuntaskan Kekerasan Jurnalistik dan Copot Dirintelkam

oppo_1026

MEDIABBC.co.id,. PALEMBANG — Ratusan jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Pers Sumatera Selatan menggelar Aksi Solidaritas Pers di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, Kamis (15/10/2026). Aksi damai dengan mengenakan busana putih dan pita merah ini digelar sebagai respon tegas atas kekerasan serta dugaan intimidasi yang menimpa insan pers saat menjalankan tugas jurnalistik.

Dalam aksi tersebut, massa aksi membentangkan sejumlah spanduk tuntutan. Mereka menyoroti tindakan kekerasan yang menimpa wartawan, di antaranya Rachmad Kurniawan dan Mulyadi.

“Kekerasan terhadap jurnalis adalah serangan nyata terhadap kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi yang akurat serta berimbang,” tegas perwakilan Koalisi Pers Sumsel di lokasi aksi.

4 Tuntutan Utama Koalisi Pers Sumsel

Dalam aksi solidaritas tersebut, Koalisi Pers Sumsel yang didukung oleh gabungan organisasi pers seperti AJI Palembang, PWI Sumsel, PFI Palembang, IJTI Sumsel, SMSI Sumsel, AMSI Sumsel, JMSI Sumsel, FJPI Sumsel, LBH Palembang, serta insan pers se-Sumsel menyampaikan empat poin tuntutan utama:

Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis: Mengusut tuntas aksi kekerasan terhadap jurnalis serta membongkar dan menangkap pelaku maupun aktor intelektual di baliknya.

Penegakan Hukum Berdasarkan UU Pers: Memproses hukum para pelaku melalui ketentuan pidana serta UU Pers No. 40 Tahun 1999 sesuai unsur pelanggaran yang terbukti.

Evaluasi Fungsi Intelijen: Melakukan evaluasi serius terhadap fungsi intelijen dan pengamanan aksi massa guna mencegah terjadinya gesekan.

Copot Direktur Intelkam Polda Sumsel: Mendesak pencopotan Direktur Intelkam Polda Sumsel sebagai bentuk pertanggungjawaban jabatan atas dugaan kegagalan dalam mengantisipasi potensi konflik dan mencegah bentrokan.

Koalisi Pers Sumsel menegaskan bahwa tuntutan evaluasi dan pencopotan jabatan ini merupakan bentuk sikap akuntabilitas organisasi pers demi menjaga kebebasan dan perlindungan hukum bagi kerja-kerja jurnalistik di Sumatera Selatan.

Aksi damai berlangsung tertib, bermartabat, dan tanpa anarkisme, sebagai simbol bahwa pers menolak segala bentuk kekerasan dan tetap menempuh jalur hukum secara bermartabat.

(Mukhlis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *