MEDIABBC.co.id – PALEMBANG — Sejumlah warga Kawasan Pulogadung mengeluhkan lonjakan tagihan air PDAM Tirta Musi Palembang pada periode Oktober 2026 yang dinilai tidak wajar dan tidak sesuai dengan pemakaian harian.
Salah seorang warga setempat, Sri, mengungkapkan kekecewaannya atas kenaikan tagihan yang melonjak drastis hingga lebih dari 50 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Kami membayar beberapa bulan sebelumnya dari yang biasanya Rp70 ribu tiba-tiba melonjak jadi Rp800 ribu. Gimana ini?” ujar Sri saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2026).
Senada dengan Sri, tokoh masyarakat setempat, Abdullah, meminta pihak PDAM Tirta Musi—khususnya Unit Alang-Alang Lebar—untuk bekerja secara profesional dan tidak membebani masyarakat. Ia juga mendesak agar manajemen segera mengevaluasi petugas di lapangan yang dinilai bekerja asal-asalan.
“Apabila masalah ini tidak ditindak tegas, kami akan melakukan laporan resmi kepada pihak aparat penegak hukum,” tegas Abdullah.
Tanggapan dan Klarifikasi PDAM Tirta Musi
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Unit Cabang Alang-Alang Lebar PDAM Tirta Musi, M. Nuridho, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kekeliruan pencatatan angka meteran air milik pelanggan.
“Kami memohon maaf atas kesalahan pembacaan angka meter terhadap pelanggan yang menyebabkan timbulnya keluhan akibat biaya tagihan yang tinggi,” kata M. Nuridho.
Ia menjelaskan bahwa pihak unit pelayanan telah mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut di lapangan. Tim pelayanan yang dipimpin Asisten Manajer (Asman) Pelayanan dan Meter, Irwan, telah menemui pelanggan secara langsung untuk menyelesaikan persoalan selisih tagihan tersebut.
Sebagai bentuk komitmen perbaikan layanan, pihak manajemen memberikan sanksi tegas kepada petugas lapangan yang terlibat.
“Kami memberikan surat peringatan kepada pembaca meter dan Pak Irwan selaku Asman Pelayanan dan Meter. Petugas pembaca meter yang bersangkutan juga kami berikan tindakan tegas berupa pemindahan/dikeluarkan dari Unit Alang-Alang Lebar ke Kantor Pusat Rambutan untuk ditempatkan di bagian lain, serta tidak diperbolehkan lagi membaca meteran,” terangnya.
“Tim Kami telah melakukan penyesuaian tarif pemakaian pada pelanggan sesuai laporan yang kami terima”Ujarnya.
M. Nuridho berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Pihaknya juga mengapresiasi peran media dan LSM yang turut menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan PDAM.
“Sekali lagi kami atas nama Unit Alang-Alang Lebar memohon maaf atas kejadian ini”.
Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan media, khususnya BBC.co.id dan rekan-rekan NGO, yang telah memberikan informasi dan menjembatani komunikasi antara pelanggan dan Unit Alang-Alang Lebar,” tutupnya.
(Jack-redaksi )

=========================================
========================================












