Oleh: Iwan Assaari
MEDIABBC.co.id – Kita hidup di zaman yang serba cepat. Segala hal kini berbasis digital dan online. Namun, di balik kecepatan teknologi, ada satu hal esensial yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh gawai maupun internet: kekuatan pertemuan tatap muka dan kekuatan silaturrahmi.
Bagi saya, silaturrahmi bukan sekadar tradisi, melainkan kunci rezeki sekaligus kunci kebahagiaan hidup. Berikut adalah esensi penting mengapa kita harus terus merawat hubungan baik dan kepedulian sosial:
1. Mempererat Persaudaraan
Melalui silaturrahmi, jarak yang jauh menjadi dekat, dan yang tidak kenal menjadi saudara. Di Sumatera Selatan, kita senantiasa diajarkan untuk saling menghormati dan saling mengunjungi. Dari tradisi inilah lahir rasa aman, rasa memiliki, serta ikatan kekeluargaan yang kokoh.
2. Melapangkan Rezeki
Pesan Rasulullah SAW sangat jelas: barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi. Ketika kita menjaga hubungan baik dengan sesama, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu kebaikan dari arah yang tak disangka-sangka.
3. Kepedulian Sosial adalah Cerminan Iman
Kepedulian tidak diukur dari besar kecilnya bantuan yang diberikan, melainkan dari kepekaan hati. Melihat tetangga yang kesusahan lalu tergerak untuk membantu, melihat lingkungan kotor lalu bersama-sama membersihkan, atau peduli pada anak-anak yang berisiko putus sekolah—itulah wujud nyata dari keimanan kita.
4. Menumbuhkan Kembali Semangat Gotong Royong
Masyarakat Sumatera Selatan memiliki tradisi gotong royong yang luar biasa. Kepedulian sosial berfungsi menghidupkan kembali tradisi luhur tersebut. Kita menyadari bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan seorang diri; kita butuh kebersamaan. Dengan peduli, kita saling menopang—ibarat tiang-tiang Rumah Limas yang kokoh menyangga satu atap.
5. Membawa Ketenangan Batin
Seseorang yang gemar bersilaturrahmi dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama, secara psikologis dan spiritual akan memiliki hati yang lebih tenang. Sifat iri dan dengki akan terkikis, tergantikan oleh rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk bermanfaat bagi orang lain.
Penutup
Mari kita mulai dari hal-hal kecil di sekitar kita. Sapa tetangga kita, kunjungi saudara kita, dan ulurkan tangan untuk membantu sesama. Sebab, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Di tulis okeh : Iwan Assaari
Editor: Redaksi

=========================================
========================================












