=========================================

“Kompol Fauzi Saleh Usut Tuntas Kelalaian Zat Kimia Pemicu Kebakaran Ruko Pempek Mama Musi”

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG — Kecerobohan dalam mengoperasikan kompor berujung bencana di Ruko Pempek Mama Musi, Jalan Kapten Arivai, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Kobaran api yang meletup hebat pada Senin (26/10/2026) malam itu menelan korban jiwa—seorang pekerja kritis diterjang luka bakar.

Aksi berbahaya nekat menyiram zat kimia ke api menjadi pemicu utama petaka tersebut. Namun, respons cepat jajaran kepolisian di bawah komando Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Fauzi Saleh, S.H., M.M., M.H., berhasil mengisolasi lokasi kejadian dan mencegah area komersial itu lumat total.

Sekitar pukul 18.45 WIB, suasana sibuk di dapur Pempek Mama Musi mendadak mencekam. KMS M Niko (20), salah satu karyawan, hilang kesabaran saat kompor dapur yang hendak dinyalakannya tak kunjung memercikkan api.

Niko mengambil jalan pintas berisiko tinggi: menyiramkan bahan kimia mudah terbakar ke arah kompor. Keputusannya fatal. Menyambar zat kimia tersebut, lidah api serta-merta meledak hebat, menghanguskan ruang dapur, dan langsung melumat tubuh korban dalam sekejap.

Menanggapi kepulan asap dan laporan darurat dari warga, Kapolsek IB I Kompol Fauzi Saleh bergerak cepat mengerahkan personel gabungan. Tanpa menunda waktu, piket fungsi, Pawas, dan Unit 91 diterjunkan langsung untuk menguasai Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Mendapatkan informasi adanya insiden kebakaran di Jalan Kapten Arivai, tim gabungan langsung bergerak ke TKP untuk melakukan pengamanan ketat, sterilisasi area, serta mengumpulkan fakta hukum dari saksi-saksi,” tegak Kompol Fauzi Saleh.

Langkah tegas jajaran IB I di lapangan membuat sterilisasi jalur evakuasi berjalan efektif. Sebanyak 5 unit armada pemadam kebakaran berhasil merangsek memadamkan titik api sebelum menjalar ke bangunan ruko lain. Di saat bersamaan, 1 unit ambulans dikawal ketat melarikan korban ke rumah sakit demi menyelamatkan nyawanya dari tingkat luka bakar serius.

Kompol Fauzi Saleh memastikan penanganan kasus ini tidak berhenti pada pemadaman api semata. Pihaknya mengusut tuntas keterlibatan unsur kelalaian dan penggunaan bahan berbahaya di area kerja tersebut.

“TKP sudah kami amankan penuh. Pemeriksaan maraton terhadap saksi-saksi kunci terus berjalan untuk menyingkap secara terang benderang konstruksi peristiwa ini,” tegas Fauzi.

Akibat tindakan fatal tersebut, KMS M Niko kini terbaring kritis dalam perawatan medis intensif, sementara manajemen Pempek Mama Musi harus menanggung kerugian material yang tidak sedikit akibat kerusakan dapur ruko mereka.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *