MEDIABBC.co.id – PALEMBANG – Desakan penutupan permanen Diskotek Darma Agung (DA) Palembang kembali mencuat ke publik. Tokoh masyarakat yang dikenal sebagai Abah Ucin secara terbuka meminta Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas operasional tempat hiburan malam tersebut.
Permintaan itu disampaikan menyusul berbagai persoalan yang disebut-sebut kerap terjadi di lokasi tersebut. Abah Ucin menyoroti adanya dugaan peredaran narkotika, keributan antar pengunjung, hingga insiden kekerasan yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Jika dibiarkan, ini berpotensi merusak lingkungan sosial dan berdampak pada generasi muda. Pemerintah tidak boleh lagi memberi toleransi,” tegasnya.Jumat(05-06-2026).
Selain aspek keamanan dan ketertiban, persoalan legalitas operasional juga menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebelumnya menyatakan bahwa Diskotek DA diduga belum mengantongi izin operasional yang sah.
Gubernur Herman Deru bahkan telah menegaskan sikap bahwa penindakan terhadap tempat tersebut “tidak ada tawar-menawar lagi”, dan tinggal menunggu langkah konkret dari aparat di lapangan.
Desakan penutupan tidak hanya datang dari tokoh masyarakat. Sejumlah organisasi kemasyarakatan di Palembang juga turut menyuarakan hal serupa. Mereka meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum bertindak tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Diskotek DA belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai tudingan yang beredar. Prinsip asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan sambil menunggu hasil penelusuran dan penindakan dari aparat berwenang.
Publik kini menanti langkah tegas pemerintah dalam menindaklanjuti polemik yang terus menjadi perhatian di Kota Palembang tersebut.
(Redaksi)

=========================================












