MEDIABBC.Co.id, MUSI BANYUASIN – Kapolsek Lalan, Ipda Mustafa Fajri, S.H., turun langsung memantau ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok penting (bapokting) di wilayah hukum Polsek Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Senin (19/10/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan bahan kebutuhan pokok sekaligus memastikan pasokan pangan masyarakat tetap tersedia di tengah tingginya biaya distribusi menuju Kecamatan Lalan.
Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.15 WIB tersebut, Kapolsek Lalan bersama Ps Kanit Intelkam dan personel Bhabinkamtibmas melakukan monitoring serta pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) di toko sembako dan pasar kalangan.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan bahwa ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok masih mencukupi. Namun, beberapa komoditas tercatat memiliki harga yang relatif tinggi, terutama cabai dan daging sapi.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, harga beras premium berada di angka Rp17.000 per kilogram, sedangkan beras medium Rp16.000 per kilogram. Gula pasir kiloan dijual Rp20.000 per kilogram dan gula pasir bermerek Rp19.500 per kilogram.
Untuk kebutuhan protein hewani, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp160.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam dijual Rp34.000 per kilogram dan daging ayam potong Rp42.000 per kilogram.
Harga komoditas hortikultura juga menjadi perhatian. Cabai merah besar tercatat Rp70.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp60.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp62.000 per kilogram.
Adapun bawang merah dijual Rp30.000 per kilogram dan bawang putih Rp35.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan lainnya, minyak goreng curah tercatat Rp18.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp22.000 per kilogram, serta tepung terigu Rp15.000 per kilogram.
Sementara itu, LPG 12 kilogram dilaporkan dijual Rp210.000 per tabung dan LPG 3 kilogram Rp35.000 per tabung.
Meski demikian, hasil pemantauan tersebut menyebutkan stok komoditas yang diperiksa masih mencukupi dan belum ditemukan kelangkaan sembako di wilayah hukum Polsek Lalan.
Salah satu tantangan pemenuhan kebutuhan pokok di Kecamatan Lalan adalah jalur distribusi. Pasokan sembako untuk wilayah tersebut didatangkan dari Kota Palembang dengan menggunakan transportasi air.
Kondisi ini menjadi perhatian karena biaya transportasi yang tinggi dan potensi keterlambatan pengiriman dapat memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
Selain itu, peningkatan kebutuhan masyarakat juga berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama apabila tidak diimbangi kelancaran pasokan.
Karena itu, pemantauan tidak hanya difokuskan pada jumlah stok, tetapi juga perkembangan harga dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.
Kapolsek Lalan, Ipda Mustafa Fajri, S.H., menegaskan bahwa monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga stabilitas ketersediaan bahan pokok dan mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus mendeteksi lebih awal apabila muncul persoalan distribusi maupun ketersediaan barang.
“Kami melakukan monitoring untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di wilayah hukum Polsek Lalan tetap terjaga. Dari hasil pemantauan sementara, stok sembako masih mencukupi dan belum ditemukan kelangkaan,” demikian penegasan Kapolsek Lalan berdasarkan hasil kegiatan monitoring tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan instansi terkait dan para pedagang agar perkembangan harga serta kondisi pasokan dapat terus dipantau.
Catatan: Pernyataan langsung di atas dirumuskan berdasarkan substansi laporan kegiatan, bukan kutipan wawancara langsung dengan Kapolsek.
Polsek Lalan juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari koordinasi dengan UPTD dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, komunikasi dengan pedagang tradisional, hingga pemantauan berkala terhadap perkembangan harga bapokting.
Selain itu, koordinasi dengan pihak kecamatan dan Disperindag Kabupaten Musi Banyuasin dinilai penting untuk mendorong pemeriksaan lapangan serta pelaksanaan pasar murah apabila diperlukan.
Personel Bhabinkamtibmas juga diarahkan untuk terus memantau kondisi ketersediaan sembako di wilayah binaan masing-masing.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih dini potensi kelangkaan, kenaikan harga yang signifikan, maupun gangguan pasokan akibat keterlambatan pengiriman dari Palembang.
Bagi masyarakat Kecamatan Lalan, kestabilan harga dan kelancaran distribusi sembako menjadi persoalan penting karena kebutuhan pokok harus tetap terjangkau, sementara pasokan masih bergantung pada jalur transportasi air.
Dengan monitoring berkelanjutan dan koordinasi lintas instansi, Polsek Lalan berharap ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan potensi gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini. (H Rizal).

=========================================












