MEDIABBC.co.id,PALEMBANG – Ramadan tahun ini dimaknai berbeda oleh Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan. Tidak hanya berbagi takjil, organisasi ini menurunkan seluruh elemen ,mulai dari pengurus inti, Srikandi, Rescue hingga Satgas untuk menyapa langsung masyarakat di sejumlah ruas jalan utama Palembang, Senin (23/2/2026).
Tiga armada bergerak dari posko menuju titik pembagian. Sasaran utamanya adalah pekerja sektor informal dan masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.
Dewan Pembina PMPB, Maphilinda Syahrial Oesman, terlihat turun langsung membagikan takjil sembari menyampaikan salam dari jajaran pimpinan.
“Selamat berbuka, sehat-sehat ya. Salam dari keluarga besar PMPB,” ujarnya kepada warga.
Sekretaris PMPB Sumsel, Sopan Sofian, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi visi Ketua Umum PMPB Sumsel, M Yusuf Malaya, agar organisasi hadir secara konkret di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk konsistensi kami. Insya Allah akan dilaksanakan setiap hari selama tiga minggu ke depan,” ujarnya.

Ketua Srikandi PMPB Sumsel, Lili Saridan, menegaskan bahwa keterlibatan Srikandi bukan hanya simbol partisipasi perempuan, tetapi bentuk komitmen nyata dalam gerakan sosial.
“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun empati sosial. Srikandi PMPB ingin berada di garis depan, memastikan kegiatan ini berjalan tertib, humanis, dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan,” tegas Lili.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum memperkuat solidaritas internal sekaligus menunjukkan bahwa perempuan di organisasi mampu mengambil peran strategis dalam kegiatan kemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Rescue PMPB, Maruli, menyampaikan bahwa keterlibatan tim Rescue dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan.
“Rescue PMPB tidak hanya bergerak saat terjadi bencana. Momentum Ramadan ini kami manfaatkan untuk membangun soliditas tim, memperkuat koordinasi lapangan, dan memastikan kami siap ketika masyarakat membutuhkan bantuan cepat tanggap,” ujar Maruli.
Ia menambahkan, ke depan Rescue PMPB akan memperluas peran dalam bidang kemanusiaan dan respons darurat di Sumatera Selatan.

Di sisi lain, Kepala Bidang Humas PMPB Sumsel, Yudith, menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi publik dalam setiap kegiatan organisasi.
“Kami ingin masyarakat melihat langsung kerja nyata PMPB. Bukan hanya mendengar, tetapi menyaksikan dan merasakan manfaatnya. Kepercayaan publik dibangun dari konsistensi aksi sosial seperti ini,” jelas Yudith.
Menurutnya, dokumentasi dan publikasi kegiatan bukan untuk pencitraan, melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi kepada masyarakat.
Adi (28), pengemudi ojek online, mengaku terbantu dengan pembagian takjil tersebut.
“Alhamdulillah, bisa jadi menu berbuka. Lumayan, bisa hemat pengeluaran,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ima (45), pengumpul barang bekas, yang merasa sangat terbantu.
Di tengah dinamika ekonomi perkotaan, aksi sosial seperti ini menjadi pengingat bahwa solidaritas komunitas masih menjadi kekuatan penting. Dari jalanan Kota Palembang, PMPB mencoba menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan dapat bergerak cepat, terstruktur, dan langsung menyentuh kebutuhan warga.(H Rizal).












