=========================================
News, Ormas  

Temukan Sejumlah Kerusakan Infrastruktur, AMPISS Desak Perbaikan Total LRT Sumsel

MEDIABBC.co.id,PALEMBANG – Kondisi sejumlah fasilitas dan infrastruktur LRT Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan publik. Aliansi Masyarakat Peduli Infrastruktur Sumatera Selatan (AMPISS) mendatangi Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) pada Kamis (5/6/2026) untuk mempertanyakan berbagai temuan kerusakan fasilitas hingga persoalan pemeliharaan yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, pihak BPKARSS menjelaskan bahwa sejumlah persoalan seperti kerusakan lift, eskalator, serta penanganan kebocoran di beberapa stasiun bukan menjadi prioritas utama lembaga tersebut. Menurut BPKARSS, perawatan dan pemeliharaan rutin fasilitas operasional LRT merupakan tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator layanan LRT Sumatera Selatan.Ujar Titin Apriyanti Selaku Perwakilan BPKARSS.

Pernyataan itu langsung mendapat respons keras dari AMPISS. Ketua AMPISS, Cahya Putra AP, menilai alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas lambannya penanganan berbagai kerusakan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.

“Lift dan eskalator bukan sekadar fasilitas pelengkap. Fasilitas ini sangat penting bagi ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan pengguna lainnya. Ketika fasilitas tersebut tidak berfungsi, maka hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan transportasi yang layak ikut terabaikan,” tegas Cahya.

Tidak hanya itu, AMPISS juga menyoroti kebocoran yang terjadi di tiga stasiun LRT, yakni Stasiun Gapo, Stasiun Demang Lebar Daun, dan Stasiun RSUD. Kebocoran tersebut disebut telah menyebabkan kerusakan pada ruas jalan di bawah lintasan stasiun hingga menimbulkan lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Menurut Cahya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut aspek keselamatan publik. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan LRT Sumsel harus menjadikan pemeliharaan aset sebagai prioritas utama, bukan sekadar menunggu kerusakan semakin parah.

Selain kerusakan fasilitas penunjang, AMPISS juga menemukan kondisi rel, area stasiun, hingga sejumlah titik konstruksi yang ditumbuhi tanaman liar dan lumut. Kondisi tersebut dinilai dapat mempercepat proses korosi dan menurunkan kualitas infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran negara bernilai triliunan rupiah.

“Kami melihat masih ada banyak titik yang membutuhkan perhatian serius. Pemeliharaan harus dilakukan secara berkala dan menyeluruh agar aset strategis ini tidak mengalami penurunan kualitas yang berdampak pada pelayanan publik,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal AMPISS, Pandi, menegaskan bahwa hasil audiensi tersebut akan menjadi dasar bagi organisasinya untuk terus mengawal proses perbaikan dan pemeliharaan LRT Sumatera Selatan.

Ia juga mendesak adanya transparansi kepada publik terkait pembagian kewenangan antarinstansi, kondisi anggaran pemeliharaan, serta rencana tindak lanjut terhadap berbagai temuan kerusakan yang terjadi.

“Masyarakat berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab, berapa anggaran yang tersedia, dan bagaimana rencana perbaikannya. Jangan sampai aset strategis daerah ini terus mengalami penurunan kualitas akibat lemahnya pengawasan dan pemeliharaan,” ujar Pandi.

Di akhir audiensi, AMPISS menegaskan bahwa setiap bentuk ketidaksesuaian dalam pengelolaan maupun penentuan skala prioritas anggaran perlu ditelaah secara serius oleh instansi yang berwenang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

AMPISS bahkan membuka kemungkinan untuk mendorong pemeriksaan lebih lanjut apabila ditemukan indikasi kelalaian yang berdampak pada kualitas pelayanan publik maupun keberlangsungan aset negara.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan, perbaikan nyata, dan kepastian hukum. LRT Sumatera Selatan adalah aset negara sekaligus kebanggaan masyarakat yang harus dijaga, dirawat, dan dikelola secara profesional,” tutup Cahya.

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas tata kelola dan pemeliharaan LRT Sumatera Selatan di tengah harapan besar masyarakat terhadap transportasi massal modern yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *