Dari Pelengkap Jadi Penentu: FK-S4 Sumsel Bidik Peran Strategis dalam Kebijakan Pendidikan Daerah

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG- Di tengah sorotan terhadap peran komite sekolah yang kerap dianggap formalitas, Forum Komite SMA dan SMK Sumatera Selatan (FK-S4) justru mengambil langkah berbeda.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di SMA Negeri 1 Palembang, Rabu (1/4/2026), organisasi ini menegaskan ambisinya untuk naik kelas dari sekadar pendamping menjadi aktor strategis dalam arah kebijakan pendidikan daerah.

Rapat tersebut bukan sekadar rutinitas evaluasi. FK-S4 secara terbuka membedah kinerja internal sekaligus mempercepat penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), yang selama ini kerap menjadi titik lemah banyak organisasi serupa.

Penyusunan regulasi internal ini diposisikan sebagai fondasi untuk memperkuat legitimasi sekaligus profesionalisme gerakan komite sekolah.

Ketua FK-S4, Suparman Roman, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak ingin berjalan tanpa arah, iamemastikan bahwa pelantikan pengurus yang dijadwalkan pada 18 April mendatang akan menjadi titik awal konsolidasi besar.

“Kita tidak ingin hanya hadir sebagai pelengkap. Setelah pengukuhan, FK-S4 akan langsung membangun komunikasi dengan legislatif, eksekutif, hingga yudikatif,” ujarnya.

Langkah ini mengindikasikan arah baru: FK-S4 ingin masuk ke ruang-ruang pengambilan keputusan, bukan sekadar berada di pinggir sebagai pengawas informal.

Upaya tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa komite sekolah di Sumatera Selatan berpotensi memainkan peran lebih besar dalam mengawal kebijakan pendidikan.

Selain itu, forum juga dimanfaatkan untuk menyerap berbagai gagasan dari komite SMA dan SMK di daerah beragam isu mengemuka, mulai dari penguatan sinergi dengan sekolah hingga perlunya transparansi dalam pengelolaan program pendidikan.

Menariknya, FK-S4 juga mulai mengantisipasi potensi konflik dan persoalan hukum yang kerap membayangi peran komite sekolah.

Dengan pendekatan koordinatif lintas sektor, organisasi ini berupaya meminimalisir gesekan sekaligus memperjelas batas peran antara komite dan pihak sekolah.

Jika konsistensi ini terjaga, FK-S4 berpeluang menjadi model baru komite sekolah yang tidak hanya aktif, tetapi juga berpengaruh. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, keberanian untuk bertransformasi bisa menjadi pembeda, dan mungkin jawaban atas stagnasi yang selama ini terjadi. (H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *