=========================================

Pendidikan Kesetaraan Perluas Akses Belajar, Ijazah Paket Diakui untuk Masuk Perguruan Tinggi

MEDIABBC.co.id , DEPOK – Pemerintah memperluas kebijakan wajib belajar menjadi 13 tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kebijakan tersebut tidak hanya mencakup pendidikan formal mulai dari PAUD hingga SMA, tetapi juga memperkuat penyelenggaraan pendidikan kesetaraan melalui Paket A, Paket B, dan Paket C.

Koordinator Wilayah Cimanggis SPNF SKB Kota Depok, Sunaryo, M.Pd, mengatakan pendidikan kesetaraan merupakan jalur resmi yang disiapkan pemerintah bagi masyarakat yang mengalami hambatan mengakses pendidikan formal, termasuk anak putus sekolah dan kelompok rentan sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SPNF SKB Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, Senin (3/8/2026).

Menurut Sunaryo, keberadaan pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari komitmen negara dalam menjamin hak pendidikan setiap warga negara tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.

Ia menegaskan bahwa lulusan pendidikan kesetaraan memiliki hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Ijazah sekolah paket yang diterbitkan lembaga terakreditasi memiliki legalitas yang sama sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri maupun swasta,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan jalan strategis dalam memutus rantai kemiskinan dan eksklusi sosial.

Pada tahun ajaran 2026/2027, yayasan tersebut mengikutsertakan delapan anak dari kelompok rentan sosial ke Program Paket A di SPNF SKB Harjamukti. Mereka berasal dari kalangan anak jalanan, pemulung anak, pengamen anak, serta anak yatim piatu.

Menurut Eddie, pendidikan harus dipandang sebagai proses pembangunan manusia secara utuh.

Selain memberikan pembelajaran akademik, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan juga membangun karakter, etika, disiplin, dan kepercayaan diri anak melalui pendekatan psikososial dan kegiatan seni.

Saat ini yayasan membina 273 masyarakat rentan sosial dan mendampingi 99 anak terlantar yang berasal dari wilayah Jatisampurna Bekasi, Harjamukti Depok, Pondok Rangon Jakarta Timur, hingga Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial, pendidikan kesetaraan diharapkan semakin mampu membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.

Jurnalis : Kelana003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *