=========================================

Bukan Sekadar Datang Lalu Pergi, Ormas Cakar Sriwijaya Kembali Gempur Bantuan untuk Korban Kebakaran 8 Ulu

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG — Tak berhenti pada aksi karitatif awal, Ormas Forum Cakar Sriwijaya Sumatera Selatan kembali turun ke titik krusial penanganan musibah kebakaran di kawasan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang, Jumat (23/10/2026). Langkah lanjutan ini menegaskan pola pendampingan sosial yang tidak berbasis “datang lalu pergi”, melainkan keberlanjutan respons darurat di lapangan.

Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan logistik mendasar berupa sembako dan dana tunai pada Selasa (20/10/2026), organisasi ini kembali mengintervensi kebutuhan riil warga terdampak melalui program “Peduli & Berbagi” dalam momentum Jumat Berkah. Fokus aksi kali ini menyasar pemenuhan konsumsi harian masyarakat korban kebakaran dan relawan di area posko utama.

Aksi sosial terukur ini dipimpin langsung Ketua Umum Forum Cakar Sriwijaya Sumsel, Geri Hari Wijaya, didampingi Panglima DPP Reza Mafia, unsur Satuan Tugas (Satgas), hingga jajaran DPD, DPC Kota Palembang, PAC se-Kota Palembang, serta perwakilan DPC Banyuasin, EGIS-TY. Sinergi lintas lini organisasi juga diperkuat dengan keterlibatan Majelis Dzikir Asadullah Cakar Sriwijaya dan korps Srikandi.

Mengawali pergerakan dengan doa bersama yang dipimpin Habib Mustofa, rombongan langsung menyisir titik-titik krusial di posko kebakaran 8 Ulu untuk mendistribusikan ratusan paket makanan siap saji secara terorganisir.

Perwakilan Forum Cakar Sriwijaya Sumsel, Egis-Ty, menegaskan bahwa kehadiran berulang di lokasi bencana merupakan komitmen moral organisasi untuk memastikan pemulihan psikologis dan fisik korban berjalan beriringan.

“Peduli bukan hanya tentang ucapan, tetapi tentang kehadiran dan tindakan. Forum Cakar Sriwijaya Sumatera Selatan akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan, serta menjadikan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari perjuangan organisasi,” tegas Egis-Ty di lokasi kegiatan.

Langkah responsif ini mendapat apresiasi langsung dari pemerintah daerah setempat. Kehadiran ormas yang konsisten di zona terdampak dinilai membantu menjaga ketersediaan pasokan logistik harian warga yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.

Aksi berkelanjutan di Jakabaring ini menjadi redefinisi peran organisasi kemasyarakatan modern: melepaskan atribut formalitas demi dampak nyata yang langsung dirasakan masyarakat pada masa krisis.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *