========================================= ========================================
News  

Panen Bersama di Merauke, Produktivitas Padi Lahan Cetak Sawah Rakyat Capai 6 Ton per Hektare

MEDIABBC.co.id,. MERAUKE – Panen padi bersama di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kamis (5/11/2026), mencatat estimasi produktivitas sekitar 6 ton per hektare berdasarkan hasil pengukuran ubinan. Capaian tersebut meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang dilaporkan sekitar 1 ton per hektare.

Panen berlangsung pada lahan pengembangan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2025 yang menerapkan pola Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Hasil tersebut menjadi perkembangan positif bagi pengembangan pertanian di Merauke, terutama karena tanaman dibudidayakan di tengah musim kemarau panjang.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke Josefa Louise Rumaseuw, Pelaksana Tugas Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Selatan Martina Sri Lestari, serta Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari Oeng Anwarudin selaku penanggung jawab pembentukan Brigade Pangan di wilayah Papua Raya.

Josefa mengatakan hasil panen tersebut diperoleh melalui kerja sama pemerintah, lembaga pertanian, penyuluh, dan kelompok tani dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan sawah baru.

Menurutnya, pengukuran ubinan dilakukan bersama penyuluh pertanian dengan melibatkan BRMP dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Harapan kami kolaborasi ini tetap terjalin baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten,” ujar Josefa.

Sementara itu, Martina menjelaskan bahwa penerapan PM-AAS dilakukan melalui pola tanam rapat dengan populasi sekitar 800 ribu hingga 1 juta rumpun per hektare. Metode tersebut dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas melalui optimalisasi jumlah tanaman.

“Ini lahan baru. Kita di tengah musim kemarau ini, dengan penerapan PM-AAS bisa dapat sampai sekitar 6 ton. Di musim yang pertama kita hanya bisa dapat 1 ton,” jelas Martina.

Ia mengungkapkan bahwa produktivitas awalnya ditargetkan mencapai 10 ton per hektare. Meski belum memenuhi target, hasil panen menunjukkan peningkatan pada lahan yang relatif baru dikembangkan.

Penerapan metode PM-AAS juga direncanakan diperluas pada sekitar 9.642 hektare lahan di Kabupaten Merauke pada musim tanam pertama mendatang.

Direktur Polbangtan Manokwari, Oeng Anwarudin, mengajak petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan Brigade Pangan untuk menerapkan pola budidaya yang dapat meningkatkan hasil produksi.

“Saya mengajak para petani, Brigade Pangan, Poktan, Gapoktan, mari kita sama-sama terapkan pola PM-AAS ini di Kabupaten Merauke sehingga produktivitas padi di Merauke meningkat dengan signifikan di masa yang akan datang,” kata Oeng.

Ia juga mendorong petani mempersiapkan pengolahan lahan sebelum memasuki musim hujan. Kesiapan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanaman dan membuka peluang peningkatan intensitas pertanaman hingga tiga kali dalam setahun apabila kondisi pengairan memungkinkan.

Di tingkat petani, panen tersebut disambut positif. Harianto Kaize merupakan salah satu petani lokal yang turut terlibat dalam kegiatan panen bersama di Waninggap Kai

Seorang petani yang diwawancarai di lokasi mengaku gembira melihat kondisi tanaman yang telah memasuki masa panen kedua.

“Sangat bagus, senang sekali. Padinya bagus,” ungkapnya.

Petani tersebut berharap program Cetak Sawah Rakyat terus berlanjut sehingga hasil pertanian pada musim berikutnya semakin baik.

Salah satu hamparan yang dibahas dalam kegiatan memiliki luas sekitar empat hektare. Berdasarkan keterangan di lapangan, tanaman padi mulai dibudidayakan pada Juli dan memasuki masa panen pada November 2026.

Hasil panen tersebut juga mendapat perhatian Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI).

Fathan Putra Mardela dari MPSI menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan oleh penyuluh pertanian dan BRMP agar petani lokal mampu mempertahankan produktivitas sekaligus meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan lahan.

Pengembangan pertanian di Waninggap Kai masih memerlukan dukungan sarana produksi, pengelolaan air, dan pendampingan teknis yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Panen bersama ini menunjukkan potensi peningkatan produksi padi pada lahan sawah baru di Merauke. Keberlanjutan hasil pada musim tanam berikutnya akan menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan program Cetak Sawah Rakyat dalam mendukung swasembada pangan nasional dan kesejahteraan petani lokal.

(Jack)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *