=========================================
News  

Aksi Demonstrasi di Bea Cukai Sumbagtim Sempat Ricuh: Massa Desak Usut Tuntas Dugaan Pengangkutan Barang Ilegal SWM Group

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG — Aksi unjuk rasa yang digelar massa dari Gerakan Pemuda Sumsel Bersatu (GPSB) di depan Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim), Palembang, Jumat (23/10/2026), diwarnai kericuhan. Gesekan sempat terjadi di lapangan yang dipicu dugaan provokasi oleh oknum Bea Cukai Sumbagtim sebelum akhirnya situasi dapat diredam.

Aksi tekan ini dilakukan GPSB guna membongkar dugaan skandal kepabeanan dan pengawasan yang dinilai tebang pilih serta berpotensi merugikan negara.

Berdasarkan dokumen Pernyataan Sikap dan Tuntutan resmi GPSB, massa mendesak penegakan hukum dan pengawasan kepabeanan yang transparan tanpa pandang bulu. GPSB menilai adanya dugaan pelanggaran hukum dalam rantai kegiatan operasional perusahan yang terafiliasi dengan SWM Group (termasuk PT Sukses Wahana Maritim, PT Anugrah Niaga Bahari, dan PT Kharisma Bahari).

Adapun poin-poin utama tuntutan GPSB meliputi:

  1. Usut Tuntas Kontainer Ilegal: Mendesak Bea Cukai Sumbagtim mengusut tuntas dugaan pengangkutan kontainer berisi barang ilegal yang diduga berkaitan dengan SWM Group.

  2. Pemeriksaan Dokumen & Keterlibatan Oknum: Mendesak penyelidikan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen kepabeanan, manifest, asal-usul barang, serta menindak tegas dugaan keterlibatan maupun perlindungan dari oknum pejabat Bea Cukai atau pihak lain terhadap aktivitas SWM Group.

  3. Penyelidikan Insiden Kapal Tunda LRT: Mendesak pemeriksaan dan koordinasi bersama aparat penegak hukum terkait insiden kapal tunda yang menabrak tiang pelindung LRT di Palembang.

  4. Sanksi Tanpa Pandang Bulu: Desakan penindakan tegas dan penjatuhan sanksi bagi siapa pun yang terbukti melanggar hukum tanpa memandang jabatan, kedudukan, maupun kepentingan perusahaan.

Menanggapi gelombang desakan dan tuduhan tersebut, Kepala Seksi Humas Bea Cukai Sumbagtim, Andika, memberikan tanggapan usai meredakan amuk massa. Pihaknya mengklaim terbuka terhadap kritik masyarakat, namun melemparkan pembelaan terkait tuduhan pengangkutan barang ilegal dan insiden kapal.

“Ini artinya publik masyarakat benar-benar peduli dengan kinerja Bea Cukai… saya tidak merasa anti untuk menerima masukan,” ujar Andika saat diwawancarai.

Namun, saat dikonfirmasi mengenai substansi tuntutan massa terkait armada pengangkutan SWM Group dan insiden penabrakan tiang LRT, Bea Cukai terkesan melepaskan diri dari tanggung jawab langsung.

“Tuntutan itu intinya dugaan mengenai barang ilegal yang diangkut oleh PT SWM… Nah, PT SWM itu sebenarnya tidak berhubungan langsung sama Bea Cukai, dia itu adalah bagian pengangkutannya. Kalau Bea Cukai berurusannya sama importir atau eksportirnya,” kilih Andika.

Terkait insiden kapal tunda penabrak tiang pelindung LRT Palembang, Andika juga menyebut ruang lingkupnya terlalu jauh dari wewenang kepabeanan. “Itu cukup jauh hubungannya dengan Bea Cukai. Karena Bea Cukai adalah barangnya, dan tidak berurusan dengan kapal penariknya,” tambahnya.

Meski demikian, pihak Humas Bea Cukai Sumbagtim berjanji akan meneruskan aspirasi dan dugaan pelanggaran tersebut kepada pimpinan untuk dilakukan investigasi internal awal guna memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Aksi kontrol sosial oleh GPSB ini menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak atau korporasi yang ‘kebal hukum’ dalam menjaga kedaulatan ekonomi serta aset infrastruktur negara di Sumatera Selatan.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *