MEDIABBC.co.id – MERAUKE — Penguasaan jurnalistik dinilai krusial bagi pemuda Kalai Anim di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Keterampilan ini tidak hanya menjadi sarana menyuarakan aspirasi masyarakat langsung dari sumbernya, tetapi juga memperkuat akurasi informasi, meminimalisasi kesalahpahaman, serta memperluas ruang partisipasi publik dalam pembangunan kampung.
Urgensi tersebut mengemuka dalam Pelatihan Jurnalistik IMPKA dan MPSI yang diselenggarakan di Honai Patung Hati Kudus Yesus, Merauke, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Kalai Anim (IMPKA) bekerja sama dengan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI).
Ketua IMPKA, Emanuel Talpia Yolmen, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pemuda dan pelajar dalam mengakses informasi, menulis, serta memanfaatkan media. Menurutnya, kemampuan ini merupakan modal strategis untuk mendokumentasikan serta memperkenalkan kebudayaan Kalai Anim ke ruang publik.
“Saya harap materi yang disampaikan hari ini dapat menjadi pedoman, pegangan, dan pengalaman berharga bagi teman-teman,” ujar Emanuel dalam sambutannya. Ia juga mengingatkan pentingnya persaudaraan, solidaritas, dan kerja sama sebagai landasan kuat dalam pengembangan organisasi.
Media sebagai Instrumen Advokasi
Sementara itu, peneliti MPSI, Fathan Putra Mardela, menyoroti tantangan yang masih dihadapi sejumlah organisasi kepemudaan dalam mengakses media daring. Kondisi ini, kata Fathan, menuntut adanya penguatan kapasitas jurnalistik agar aktivitas dan persoalan masyarakat kampung tidak luput dari perhatian publik luas.
Fathan menjelaskan bahwa pemuda yang hidup dan berakar di tengah masyarakat memiliki keunggulan dalam menggali informasi faktual secara langsung. Namun, informasi tersebut harus melalui proses verifikasi—mulai dari observasi, wawancara, hingga konfirmasi—sebelum disebarluaskan.
“Ketika ada dokumentasi, ada bukti yang membuat orang lebih percaya,” ungkap Fathan saat menyampaikan materi bertajuk Media Massa sebagai Instrumen Eksposur dan Penguatan Kelembagaan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguasaan media massa dan sosial bukan sekadar alat publikasi kegiatan, melainkan instrumen advokasi yang efektif. Dokumentasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi dasar bagi pemuda untuk membangun kepercayaan publik serta membuka dialog dengan para pemangku kepentingan.
Etika dan Tanggung Jawab Publikasi
Dalam konteks masyarakat adat, keterampilan jurnalistik membuka ruang bagi generasi muda untuk merawat pengetahuan lokal, memperkenalkan kebudayaan, serta mengawal isu-isu pembangunan dari sudut pandang warga setempat.
Fathan turut mendorong IMPKA untuk mengoptimalkan pengelolaan media sosial dan memperluas jaringan publikasi. Langkah ini diyakini mampu membangun rekam jejak organisasi yang positif sekaligus memperluas jangkauan informasi terkait aspirasi masyarakat Kalai Anim.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar setiap publikasi tetap memegang teguh prinsip etik, seperti menjaga ketepatan fakta, menghormati privasi narasumber, serta memperhatikan hak dan persetujuan masyarakat adat terkait informasi yang bersifat sensitif. Hal ini penting guna mencegah timbulnya polemik akibat informasi yang keliru atau kehilangan konteks.
Kolaborasi untuk Kemandirian Informasi
Pelatihan yang mengusung tema “Cerita Lokal, Dampak Nyata: Pemuda Kalai Anim Menulis untuk Perubahan” ini diikuti oleh 16 peserta. Selain Fathan, kegiatan turut menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Nikinus Kogoya dari Humas Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan serta Muhammad Husni Tamami yang memberikan pembekalan teknis seputar dokumentasi visual, teknik wawancara, dan penulisan berita.
Melalui sinergi ini, IMPKA dan MPSI berharap pemuda Kalai Anim tidak lagi sekadar menjadi objek pemberitaan atau penerima informasi pasif. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi aktor mandiri yang menyuarakan realitas kampung secara akurat, objektif, dan bertanggung jawab.
Bekali Generasi Muda, Jurnalistik Dinilai Penting untuk Suarakan Realitas Kampung di Merauke

=========================================
========================================












