========================================= ========================================

Kemendagri Dorong Partisipasi Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah Tangga di Cimahi

MEDIABBC.co.id – CIMAHI – Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri melalui Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) menggelar pendampingan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus penyerahan bantuan tempat sampah terpilah di Kota Cimahi, Selasa (27/10).

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan II Ditjen Bangda Kemendagri, Suprayitno, hadir mewakili Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah.

Pada sambutannya, Suprayitno mengingatkan bahwa sejarah pengelolaan sampah di Kota Cimahi tidak terlepas dari tragedi longsor TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005 lalu yang menimbulkan korban jiwa. “Peristiwa itu menjadi momentum penting perubahan paradigma pengelolaan sampah di Indonesia,” tegas Suprayitno.

Ia menekankan bahwa Kota Cimahi dengan jumlah penduduk sekitar 614 ribu jiwa menghadapi timbulan sampah sekitar 234 ton per hari. Kondisi tersebut menuntut penguatan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan menempatkan pengurangan sampah dari sumber sebagai prioritas.

“Pengelolaan sampah tidak hanya mengandalkan penyediaan infrastruktur dan fasilitas pengolahan, tetapi memerlukan perubahan perilaku masyarakat melalui pengurangan, pemilahan, dan daur ulang sejak tingkat rumah tangga,” jelasnya.

Untuk itu, pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, desa/kelurahan, dunia usaha, dan masyarakat. “Dalam hal ini, Ditjen Bangda berperan melalui pembinaan, fasilitasi, sinkronisasi, dan koordinasi, termasuk penguatan regulasi serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan pemangku kepentingan,” terangnya.

Program ISWMP yang didukung Bank Dunia, lanjutnya, diarahkan pada perbaikan infrastruktur, penguatan kelembagaan, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Tempat sampah terpilah yang diserahkan merupakan bentuk behavioral intervention untuk mendorong pembiasaan memilah sampah di rumah tangga. Upaya ini perlu disertai edukasi, pendampingan, dan penguatan peran bank sampah, TPS3R, serta kelompok masyarakat.

Suprayitno juga menekankan bahwa keberlanjutan pascaprogram ISWMP perlu dijamin melalui integrasi edukasi dan fasilitasi pemilahan sampah ke dalam program dan anggaran pemerintah daerah.

Selain itu, pengelola sampah berbasis masyarakat perlu diperkuat sebagai local change agents yang mendorong replikasi praktik baik di lingkungan sekitar. Langkah ini diharapkan mendukung pencapaian target Indonesia Bebas Sampah 2029 serta mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengapresiasi kegiatan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat serta mengusulkan agar Kota Cimahi menjadi tuan rumah Hari Peringatan Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2027.

Pada kesempatan tersebut, Suprayitno bersama Wakil Wali Kota Cimahi secara simbolis menyerahkan 150 set tempat sampah terpilah (organik dan anorganik) kepada perwakilan masyarakat.

Bantuan ini diharapkan mendorong pemilahan sampah dari sumber. Penyerahan dilanjutkan dengan sosialisasi pemilahan sampah dari sumber oleh Tim Konsultan ISWMP.

(Kelana-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *