MEDIABBC.co.id – Bangka Barat – Musibah gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, mengundang keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk para pemuda di Kabupaten Bangka Barat.
Ketua DPD KNPI Bangka Barat Ramsi Chairul Rasyid menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat NTT.
Menurut Ramsi, bencana alam tersebut tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga membawa duka mendalam bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya serta masyarakat yang harus menghadapi situasi darurat.
“Atas nama keluarga besar KNPI Bangka Barat, kami menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat NTT yang terdampak gempa. Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Ramsi.
Ia juga berharap seluruh masyarakat terdampak mendapatkan penanganan yang cepat, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal maupun membutuhkan pertolongan medis.
“Semoga proses evakuasi, pencarian dan penanganan korban berjalan lancar. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di NTT,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Bangka Barat Ricky Eris. Ia menyampaikan rasa solidaritas kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.
Ricky mengatakan, dalam situasi seperti ini, rasa kemanusiaan dan kepedulian antarsesama anak bangsa harus dikedepankan tanpa memandang perbedaan daerah.
“Kita semua adalah satu keluarga besar Indonesia. Ketika saudara kita di NTT sedang berduka dan menghadapi bencana, sudah sepatutnya kita ikut merasakan dan memberikan dukungan moral. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan,” ungkap Ricky. (15/08/2026)
Gempa bumi tersebut mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB. BMKG dalam pemutakhiran parameternya mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,7 dengan kedalaman sekitar 15 kilometer dan episenter berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB dan tetap mengimbau masyarakat agar tenang serta mewaspadai kemungkinan gempa susulan.
Dampak gempa dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Flores. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan tim SAR melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak reruntuhan bangunan.
Sementara itu, laporan mengenai jumlah korban jiwa masih mengalami perkembangan. Gubernur NTT Melki Laka Lena menyebut laporan terakhir yang diterimanya menunjukkan lima orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Sebelumnya, BNPB sempat melaporkan angka korban yang lebih rendah, sehingga pendataan di lapangan masih terus dilakukan.
Ramsi dan Ricky berharap perhatian terhadap masyarakat NTT tidak berhenti setelah situasi darurat berlalu. Menurut keduanya, proses pemulihan setelah bencana membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak.
“Yang paling penting saat ini adalah keselamatan masyarakat. Semoga seluruh korban segera ditemukan, mereka yang terluka mendapatkan perawatan terbaik, dan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan bantuan,” demikian harapan keduanya.
Mereka juga mengajak masyarakat Bangka Barat dan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menjadikan musibah tersebut sebagai momentum memperkuat solidaritas kemanusiaan.
“Tidak semua bentuk kepedulian harus dimulai dari sesuatu yang besar. Doa, dukungan moral, bantuan kemanusiaan dan kepedulian kita dapat menjadi kekuatan bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” pungkasnya.
(Redaksi)

=========================================












