========================================= ========================================

Kronologi Tragis Siswi SMP di Palembang Tewas Tersengat Listrik Saat Mandi Hujan, Tokoh Masyarakat Sampaikan Duka Mendalam

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG — Duka mendalam menyelimuti warga Perumahan PNS Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, RT 36 RW 07. Seorang siswi kelas 7 di SMP Negeri 39 Palembang bernama Mutia Putri Nanda (12) meninggal dunia secara tragis setelah tersengat aliran listrik saat sedang bermain dan mandi hujan di depan rumahnya, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa nahas yang merenggut nyawa bocah perempuan tersebut sontak mengejutkan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat korban tengah menikmati suasana hujan di depan rumahnya.

Diduga korban tak sengaja terpeleset. Dalam kondisi panik, ia sempat mencoba meraih pagar berbahan stainless steel yang berada di dekatnya. Nahas, pagar tersebut ternyata sudah teraliri arus listrik bertegangan tinggi akibat kabel jaringan listrik di sekitar lokasi yang terkelupas (melot) dan jatuh menempel langsung ke struktur pagar besi tersebut.

Sengatan listrik yang kuat membuat korban tak berdaya. Meskipun pertolongan segera diupayakan oleh warga sekitar, nyawa korban tidak dapat diselamatkan lagi akibat sengatan listrik yang fatal.

Mendengar kabar duka ini, tokoh masyarakat setempat yang juga akrab disapa Dewan Dak Jadi, Martin Chaniago, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosanya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Martin Chaniago, Minggu (1/11/2026).

Kejadian memilukan ini memicu keprihatinan mendalam sekaligus menjadi alarm keras bagi masyarakat serta aparat setempat, khususnya pengurus RT/RW dan instansi terkait seperti PT PLN (Persero).

Martin Chaniago mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra di tengah musim penghujan yang sedang melanda, di mana potensi bahaya kelistrikan meningkat drastis. Ia mendesak agar insiden ini dijadikan pelajaran berharga bagi semua pihak agar segera tanggap melaporkan potensi bahaya kabel-kabel listrik yang terbuka atau menjuntai ke permukiman warga.

“Ini harus menjadi pelajaran penting bagi kita semua, khususnya ketua RT dan aparat setempat. Jika melihat ada kabel listrik yang terkelupas atau membahayakan, segera laporkan ke PLN. Terlebih di musim hujan seperti sekarang, risiko korsleting dan sengatan listrik sangat tinggi dan mengancam keselamatan nyawa anak-anak kita,” tegasnya.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi instansi berwenang untuk lebih proaktif melakukan pengecekan jaringan listrik di area permukiman padat penduduk guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *