=========================================

Mengenang 91 Tahun “Sang Burung Merak ” WS Rendra : Seniman Lintas Generasi Siap Gelar Konser Puisi Di Solo 

MEDIABBC.co.id – SOLO — Mengenang 91 tahun kelahiran maestro teater Indonesia W.S. Rendra, Yayasan Bengawan Solo Gong bersama lintas seniman siap menggelar konser musikalisasi puisi bertajuk “Reaktualitas Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta”. Pertunjukan ini akan berlangsung di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Jebres, Surakarta, pada Senin, 9 November 2026 mendatang.

Acara ini menghadirkan puluhan murid, sahabat, dan tokoh seni lintas generasi untuk menghidupkan kembali disiplin latihan serta filosofi berkesenian sang ‘Burung Merak’.

sejumlah nama besar dipastikan tampil mendukung pergelaran ini, di antaranya:

Musisi & Budayawan: Sawung Jabo, Iwan Burnani Toni, Setiawan Djody, Butet Kartaredjasa, Toto Tewel, Didi Nini Thowok, Oppie Andaresta, Rere Grass Rock, dan Dewo.

FOTO : Dari kiri almarhum Jockie Surjoprajogo, almarhumah Ken Zuraida, Setiawan Djody, dan Eddie Karsito pada momentum menggelar Musikalisasi Puisi Karya WS Rendra, bertajuk “Kesaksian Rendra” (7 Tahun Mengenang Seniman Besar Indonesia) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Selasa 9 Agustus 2016

Pengisi Acara Lainnya: Sri Krishna Encik, Ine Arini Bastaman, Sruti Respati, Fajar Satriadi, Eep Saefulloh Fatah, Sandrina Malakiano, Baruna, Gus Oong Fathorrohman, hingga Herman Aga.

Pulang ke Kota Kelahiran

Inisiator sekaligus Show Director pergelaran, Iwan Burnani Toni, mengungkapkan bahwa memilih Solo sebagai tempat pementasan memiliki arti spiritual mendalam. Solo bukan sekadar kota lahir Rendra pada 7 November 1935, melainkan tempat sang maestro menghabiskan masa kecil hingga akhir hayatnya.

“Menghidupkan kembali ingatan ini di Solo merupakan sebuah laku kebudayaan. Prinsip ‘daya hidup’ yang diajarkan Mas Willy di Bengkel Teater adalah fondasi utama manusia sebelum mengolah daya cipta, seni, maupun ilmu pengetahuan,” ujar Iwan, Minggu (30/8/2026).

Iwan menambahkan, Bengkel Teater Yogyakarta (1967–1978) dan Bengkel Teater Rendra di Cipayung, Depok (sejak 1985) bukan sekadar ruang latihan, melainkan rumah ideologis yang menempa jiwa para seniman.

Narasi Sejarah dan Penghormatan untuk Seniman Legendaris

Humas dan Publikasi Pergelaran, Eddie Karsito, menjelaskan bahwa pertunjukan musik dan puisi ini akan dikemas secara artistik dengan menyajikan narasi perjalanan kreatif Rendra.

Selain memperingati legasi W.S. Rendra, pergelaran ini juga menjadi momentum pengiriman doa bagi para alumni Bengkel Teater dan seniman yang telah berpulang.

“Pergelaran ini menjadi refleksi sekaligus untaian doa untuk mereka yang dulu menghidupkan panggung namun kini telah mendahului kita—seperti W.S. Rendra, Ken Zuraida, Jockie Surjoprajogo, Mbah Surip, Otig Pakis, Diding Boneng, hingga Dorman Borisman,” tutur Eddie.

Sebelumnya, semangat menjaga tradisi estetika Rendra juga pernah digelar dalam bentuk pementasan “Kesaksian Rendra” pada 2016 lalu di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Konser di Solo mendatang diharapkan kembali menyatukan ikatan batin para pencinta sastra dan teater Tanah Air.

(Kelana-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *