=========================================

Sinkronkan Giant Sea Wall dengan RTRW Pantura, Kemendagri Kumpulkan K/L dan Pemda

Kett  Foto | Suasana Rapat Sinkronisasi Program Strategis Nasional Giant Sea Wall dengan Rencana Tata Ruang Pantura yang dipimpin jajaran Ditjen Bina Bangda Kemendagri di Jakarta. Foto: Dok. Kemendagri.

MEDIABBC.co.id  ,  Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) menggelar rapat sinkronisasi pembangunan Giant Sea Wall dengan tata ruang wilayah Pantura, di Ruang Rapat Ditjen Bina Bangda, Jakarta, Senin (20/10).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Ditjen Bina Bangda, Jakarta ini dipimpin oleh jajaran pimpinan Ditjen Bina Bangda dan diikuti oleh perwakilan kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah di kawasan Pantura secara daring dan luring.

Dalam paparannya, Kemendagri menegaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall tidak bisa berjalan sendiri. Proyek tersebut harus terintegrasi dengan perencanaan pembangunan dan penataan ruang, baik di tingkat nasional maupun daerah, agar tidak menimbulkan tumpang tindih perizinan dan pemanfaatan ruang.

“Tujuan utama rapat ini adalah untuk mengidentifikasi program strategis nasional Giant Sea Wall, kemudian menyinkronkannya dengan rencana pembangunan di Pantura Jawa dengan Rencana Tata Ruang yang ada,” ujar pimpinan rapat dalam arahannya, Senin (20/10).

Selain itu, rapat juga membahas identifikasi tantangan dan peran serta pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan proyek. Kemendagri menilai, peran Pemda sangat krusial, terutama dalam penyesuaian RTRW dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Menurut Kemendagri, tanpa sinkronisasi yang matang, proyek Giant Sea Wall yang bertujuan untuk mengatasi penurunan muka tanah, banjir rob, dan krisis air bersih di Pantura, justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di bidang tata ruang dan sosial kemasyarakatan.

Melalui forum ini, Kemendagri mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan data, menyamakan persepsi, dan menyepakati langkah-langkah tindak lanjut yang konkret di lapangan.

Upaya sinkronisasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan Giant Sea Wall yang aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pesisir Pantura.

Jurnalis : Kelana003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *