=========================================
Muba  

Wartawan Pergoki Mobil Tangki Berlabel Perusahaan di Gudang Tertutup Sekayu, Dugaan Distribusi Solar Ilegal Kembali Mencuat”

MEDIA BBC.co.id, MUSI BANYUASIN — Praktik distribusi bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Kabupaten Musi Banyuasin kembali menunjukkan indikasi kuat masih berlangsung. Dalam penelusuran investigatif yang dilakukan awak media, sebuah mobil tangki berwarna biru putih bertuliskan PT Kencana Indo Perkasa didapati berada di lokasi yang diduga menjadi titik pengisian solar ilegal di Kelurahan Mangunjaya, Kabupaten Musi Banyuasin.

Temuan ini bukan sekadar informasi, melainkan hasil pengamatan langsung di lapangan.

Saat itu, mobil tangki terlihat masuk ke dalam sebuah gudang tertutup yang tidak menunjukkan ciri sebagai fasilitas resmi distribusi BBM.

Aktivitas di dalamnya berlangsung cepat, minim interaksi terbuka, dan terkesan menghindari perhatian publik.

Gudang Tertutup, Aktivitas Tersembunyi

Dari pantauan di lokasi, gudang tersebut tidak dilengkapi papan nama usaha maupun izin operasional yang terlihat secara kasat mata. Akses keluar-masuk kendaraan dijaga ketat, dan aktivitas pengisian dilakukan di area tertutup.

Sejumlah warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku aktivitas serupa bukan hal baru. Namun, mereka memilih diam karena khawatir terhadap potensi dampak sosial.

“Sudah sering lihat mobil tangki masuk, tapi kami tidak tahu itu resmi atau tidak. Yang jelas aktivitasnya tidak seperti biasanya,” ujar salah satu warga.

Pola Lama, Dugaan Jaringan Lama
Praktik BBM ilegal di Musi Banyuasin bukan isu baru.

Berdasarkan catatan berbagai pemberitaan sebelumnya, wilayah ini kerap menjadi titik rawan distribusi solar ilegal, baik melalui jalur darat maupun gudang-gudang penampungan.

Modus yang digunakan pun cenderung berulang: menggunakan kendaraan bertuliskan perusahaan, aktivitas dilakukan di lokasi tertutup, serta distribusi dilakukan di luar jalur resmi. Hal ini memunculkan dugaan adanya jaringan yang bekerja secara sistematis.

Pertanyaan Besar untuk APH

Temuan ini kembali mengarah pada satu pertanyaan krusial: di mana peran pengawasan dan penindakan aparat penegak hukum?

Instruksi tegas Kapolda Sumatera Selatan terkait pemberantasan BBM ilegal sejatinya sudah berulang kali disampaikan. Namun, di lapangan, praktik ini masih terus ditemukan.

Kondisi ini memicu persepsi publik bahwa penindakan belum berjalan optimal.

Bahkan, tidak sedikit yang mempertanyakan apakah ada faktor pembiaran atau lemahnya pengawasan di lapangan.

Potensi Kerugian Negara dan Ancaman Lingkungan
Distribusi BBM ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak luas.

Negara berpotensi kehilangan pemasukan dari sektor pajak dan distribusi energi resmi. Di sisi lain, penyimpanan dan pengangkutan BBM tanpa standar keselamatan dapat memicu risiko kebakaran dan pencemaran lingkungan.

Desakan Transparansi dan Penindakan Nyata

Sejumlah kalangan mendesak aparat kepolisian dan instansi terkait untuk tidak berhenti pada komitmen, tetapi segera melakukan langkah konkret.

Penelusuran terhadap asal BBM, pemilik gudang, hingga pihak yang terlibat dalam distribusi dinilai harus dilakukan secara terbuka.

Publik juga menunggu transparansi hasil penyelidikan, agar kepercayaan terhadap penegakan hukum tidak terus terkikis.

Upaya Konfirmasi
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait termasuk aparat kepolisian setempat dan manajemen PT Kencana Indo Perkasa masih dalam proses konfirmasi oleh redaksi. Ruang klarifikasi akan tetap dibuka sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

Praktik BBM ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut tata kelola energi, ekonomi daerah, dan integritas penegakan hukum.

Jika temuan demi temuan terus muncul tanpa diikuti tindakan tegas, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kerugian negara, tetapi juga kepercayaan publik terhadap hukum itu sendiri.

(Jack)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *