MEDIABBC.co.id, PALEMBANG – Langkah nyata dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 terus diperkuat melalui integrasi layanan publik. Kali ini, BPJS Kesehatan Cabang Palembang resmi memperluas payung perlindungan kesehatan bagi para relawan yang berada di baris terdepan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Terhitung per 12 Mei 2026, BPJS Kesehatan resmi menjalin sinergi dengan Yayasan Vieki Indira Sriwijaya. Yayasan ini membawahi 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatera Selatan. Kerja sama ini menjadi jaminan bahwa seluruh relawan beserta keluarga mereka kini terdaftar sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Iwan, menegaskan bahwa perlindungan ini krusial untuk menjaga keberlangsungan layanan gizi di lapangan.
”Para relawan SPPG bekerja setiap hari memastikan makanan bergizi tersalurkan dengan aman dan tepat waktu. Ketika mereka terlindungi JKN, mereka bisa bekerja lebih tenang karena akses pelayanan kesehatannya terjamin,” ujar Iwan.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Vieki Indira Sriwijaya, Tri Yulia Rizki Ananda, menyebut kepesertaan JKN akan membuat para relawan lebih fokus menjalankan tugas tanpa dihantui kekhawatiran biaya berobat. “Pelayanan kepada masyarakat pun bisa berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS), para relawan didaftarkan melalui mekanisme:
1. Kategori: Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Kolektif.
2. Fasilitas: Manfaat ruang perawatan Kelas III.
3. Iuran: Rp35.000 per bulan.
Perlindungan ini mencakup berbagai lini petugas, mulai dari jurutama masak, asisten lapangan, petugas persiapan dan pengolahan bahan makanan, pemorsian, packing, distribusi, hingga petugas kebersihan dan keamanan.
Program MBG dan JKN merupakan pilar penting dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dr. Nurya Hartika, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, menekankan bahwa integrasi kesehatan dan gizi adalah strategi vital untuk mendongkrak kualitas SDM sejak dini.
Kolaborasi ini mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa jaminan perlindungan kesehatan kini semakin inklusif, menyasar hingga ke relawan pelayanan sosial yang memiliki peran vital di tengah masyarakat. Dengan JKN yang aktif, mereka kini memiliki akses medis yang cepat tanpa harus terbebani biaya saat jatuh sakit.(H Rizal).

=========================================












