=========================================
PLN  

*Srikandi PLN Mengajar, Kenalkan Keselamatan Listrik Lewat Kelas Interaktif di SD Negeri 87 Palembang*

MEDIABBC.co.id, Palembang– Suasana ruang belajar SD Negeri 87 Palembang pada Selasa (21/7) terasa berbeda. Sebanyak 60 siswa tidak hanya mendengar cerita tentang listrik yang menyalakan rumah, sekolah, dan ruang-ruang kehidupan sehari-hari. Mereka juga diajak memahami sisi lain dari energi listrik, yaitu manfaatnya besar, tetapi penggunaannya harus disertai kehati-hatian.

Melalui program PLN Mengajar, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ampera bersama Srikandi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang menggelar edukasi bertajuk “Paham Manfaat dan Bahaya Listrik Sejak Dini”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN menanamkan budaya keselamatan ketenagalistrikan kepada generasi muda, sekaligus mengenalkan layanan digital PLN Mobile di lingkungan sekolah.

Materi edukasi disampaikan secara interaktif oleh Theo Andhini Putri, Team Leader K3L UP3 Palembang. Ia mengenalkan sejarah listrik, proses pembangkitan hingga penyaluran tenaga listrik kepada pelanggan, serta potensi bahaya yang dapat muncul apabila listrik digunakan tanpa memperhatikan aspek keselamatan.

Para siswa juga diajak mengenali perilaku aman dalam menggunakan peralatan listrik, baik di rumah maupun di sekolah. Pesan-pesan sederhana seperti tidak menyentuh stop kontak dengan tangan basah, tidak bermain di sekitar gardu listrik, serta menjauhi jaringan listrik saat bermain layang-layang, disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

Agar materi tidak berhenti sebagai teori, sesi edukasi dilanjutkan dengan praktik sederhana yang mudah dipahami para siswa. Melalui demonstrasi penggunaan peralatan listrik, para siswa diperkenalkan dengan komponen dasar kelistrikan dan tindakan yang perlu dilakukan ketika menemukan kondisi berbahaya di sekitar jaringan listrik.

Selain melalui penyampaian sosialisasi secara langsung, PLN juga memperkuat edukasi melalui media buku. Dalam kesempatan tersebut, 60 siswa menerima bingkisan buku yang pada bagian sampulnya memuat pesan edukasi keselamatan ketenagalistrikan. Dengan cara ini, pesan keselamatan tidak hanya diterima saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat kembali dibaca dan diingat oleh siswa setelah mereka pulang ke rumah.
General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, Diksi Erfani Umar, mengatakan edukasi keselamatan listrik perlu dilakukan sejak dini karena anak-anak memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan aman di lingkungan keluarga.

“Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya tanggung jawab petugas PLN, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama. Melalui PLN Mengajar, kami ingin anak-anak mengenal listrik secara utuh: manfaatnya, cara menggunakannya dengan bijak, serta risiko yang harus dihindari. Harapannya, mereka dapat menjadi pengingat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan listrik,” ujar Diksi.

Manager ULP Ampera, Fahmi Romadona, menyampaikan bahwa PLN Mengajar merupakan investasi jangka panjang untuk membangun budaya sadar listrik di tengah masyarakat. Menurut dia, pendidikan keselamatan akan lebih efektif jika dimulai dari sekolah dan disampaikan dengan cara yang dekat dengan keseharian anak-anak.

“Anak-anak merupakan agen perubahan yang mampu menyampaikan kembali ilmu yang mereka peroleh kepada keluarga di rumah. Melalui program PLN Mengajar, kami tidak hanya mengenalkan manfaat listrik dan cara penggunaannya yang aman, tetapi juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital melalui PLN Mobile,” kata Fahmi.

Fahmi juga mengingatkan bahaya bermain layang-layang di dekat jaringan dan gardu listrik. Benang layang-layang yang tersangkut pada jaringan listrik dapat menyebabkan gangguan pasokan serta membahayakan keselamatan jiwa apabila diambil sendiri.

“Jika menemukan layang-layang tersangkut di jaringan listrik, segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau hubungi petugas PLN. Jangan pernah mencoba melepaskannya secara mandiri,” ujar Fahmi.

Kepala SD Negeri 87, Rohani, S.Pd., Palembang turut mengapresiasi kegiatan PLN Mengajar yang dinilai mampu memberikan pengalaman belajar baru bagi para siswa. Menurutnya, materi keselamatan kelistrikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, baik di rumah maupun di sekolah.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang telah hadir memberikan edukasi kepada anak-anak kami. Para siswa terlihat sangat antusias karena materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan, ada praktik, kuis, dan bingkisan buku yang juga memuat pesan keselamatan listrik. Edukasi seperti ini penting agar anak-anak sejak dini memahami bahwa listrik sangat bermanfaat, tetapi harus digunakan dengan aman dan bijak,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga sekolah menjadi ruang awal untuk menumbuhkan budaya sadar keselamatan ketenagalistrikan di kalangan pelajar.***(H Rizal).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *