MEDIABBC.co.id,PALEMBANG — Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang mulai mendapat sorotan serius. Bukan hanya soal jarak pandang dan kualitas udara, dampaknya juga mengancam kelompok rentan, terutama anak-anak yang setiap hari harus beraktivitas di lingkungan sekolah.
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi lingkungan sekolah sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan siswa di tengah kabut asap yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Ketua DPC GENCAR Kota Palembang, David Hermansyah, menilai anak-anak sekolah tidak seharusnya dibiarkan menghadapi risiko kesehatan akibat buruknya kualitas udara.
“Semakin hari semakin parah kabut asap di Kota Palembang. Anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang harus mendapatkan perhatian serius karena mereka tetap harus beraktivitas di luar ruangan,” kata David.
Namun, menurut dia, penanganan kabut asap tidak boleh berhenti pada upaya mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.
Akar persoalannya harus diburu.
David mendesak pemerintah bersama aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh sumber kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diduga menjadi penyebab memburuknya kondisi udara.
Menurutnya, setiap dugaan pembakaran lahan harus ditelusuri secara serius, termasuk apabila berkaitan dengan aktivitas perusahaan perkebunan maupun pemilik lahan.
Ia menegaskan, pihak yang terbukti sengaja membakar lahan atau melakukan pembiaran terhadap kebakaran harus diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum.
“Kami meminta kepada pihak yang berwenang agar tidak ragu memberikan sanksi apabila ditemukan adanya pelanggaran. Bila dari hasil penyelidikan dan pembuktian ditemukan unsur pidana, maka proses hukum harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
David mengatakan penegakan hukum menjadi bagian penting untuk memutus siklus karhutla yang setiap tahun berpotensi kembali menimbulkan persoalan serupa.
Sebab, kata dia, masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang menanggung dampak dari kebakaran lahan yang seharusnya dapat dicegah dan ditindak.
Di sisi lain, GENCAR Kota Palembang mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam pencegahan karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Bagi GENCAR, perlindungan terhadap anak-anak harus menjadi prioritas ketika kualitas udara memburuk.
Kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan. Ketika asap masuk ke ruang hidup anak-anak, persoalannya berubah menjadi ancaman terhadap kesehatan dan masa depan generasi berikutnya.
GENCAR Kota Palembang pun menyerukan agar penanganan karhutla dilakukan secara serius, mulai dari pencegahan, pengawasan, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.(H Rizal).

=========================================












