========================================= ========================================

Arunika Ketika Cahaya Pertama Menemukan Suaranya Single terbaru dari Matheo in Rio

MEDIABBC.co.id Jakarta –Ada momen sunyi di antara gelap dan terang sebuah jeda tipis ketika malam belum sepenuhnya pergi, namun cahaya sudah mulai berani muncul. Dalam bahasa Sanskerta, momen itu disebut Arunika: sinar pertama yang lahir sebelum matahari benar-benar terbit.

Dari ruang makna itulah musisi dan penulis lagu pop alternatif Matheo in Rio menghadirkan single terbarunya, “Arunika”, yang akan dirilis di seluruh platform musik digital pada 30 Oktober 2026.

Bagi Matheo, lagu ini bukan sekadar karya, melainkan sebuah penanda perjalanan batin. la tumbuh dari pengalaman. menghadapi ketidakpastian, keraguan, dan luka yang panjang hingga akhirnya menemukan satu kesadaran sederhana: bahwa harapan tidak pernah benar-benar padam.

“Arunika” lahir dari lingkar persahabatan yang erat. Ditulis oleh Randa Oktovandy, rekan seperjalanan Matheo dalam panggung-panggung akustik, lagu ini kemudian dipahat secara musikal oleh Gilang Hanifan Ardhan (Engage in Vengeance), menghasilkan komposisi yang terasa seperti perjalanan bergerak, bergelora, namun tetap hangat di inti emosinya.

Ketika didengarkan, “Arunika” menghadirkan sensasi seperti melangkah menuju horizon baru: ada gairah, ada ketegangan, dan ada kelegaan yang perlahan datang. Nuansa inilah yang membuat lagu ini dipercaya menjadi salah satu soundtrack film layar lebar karya sutradara Eman Pradipta, Menua Tanpamu, yang dijadwalkan tayang pada 2027.

“Buat gue, ‘Arunika’ itu seperti pengingat yang lembut,” ujar Matheo. “Seberapa panjang pun malam, selalu ada cahaya yang pelan-pelan datang. Lagu ini gue pengin jadi semacam pelukan halus buat mereka yang lagi ragu, lelah, atau merasa tersesat supaya tahu kalau harapan itu masih hidup.”

Pendengar yang mengenal Matheo dari energi panggungnya yang gelap dan intens dengan scream dan growl di festival besar akan menemukan wajah yang berbeda di sini. “Arunika” menampilkan sisi yang lebih rapuh, reflektif, dan intim: sebuah ruang di mana suara Matheo tidak lagi berteriak melawan dunia, melainkan berbisik menemani hati yang lelah.

Sebagai pembuka rangkaian promosi film Menua Tanpamu, perilisan single ini juga akan diikuti tur di 76 titik yang disupport penuh oleh 76Rider, menjadikan “Arunika” bukan hanya sebuah lagu, tetapi sebuah perjalanan yang akan bertemu langsung dengan paral pendengarnya.

Pada akhirnya, “Arunika” adalah tentang satu hal yang paling manusiawi: keyakinan bahwa setelah gelap yang paling panjang sekalipun, cahaya selalu menemukan jalannya. Dan ketika cahaya itu datang meski hanya setipis fajar-ia sudah cukup untuk membuat kita bertahan.

 

Jurnalis ; kelana003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *