=========================================

Hendri Zikwan: CFD Palembang Bukan Seremoni, Tapi Perlawanan Merebut Ruang Kota untuk Rakyat

MEDIABBC.co.id, Palembang Gelombang antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kota Palembang terus menguat. Ribuan warga memadati kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Jembatan Ampera setiap Minggu pagi untuk berolahraga, bersantai, hingga menikmati ruang kota tanpa kepungan asap kendaraan.

Di tengah tingginya dukungan publik, Ketua Umum DPD Gerakan Masyarakat Peduli dan Perjuangan Rakyat (Gempur) Sumatera Selatan, Hendri Zikwan, tampil lantang menyuarakan bahwa CFD bukan sekadar agenda hiburan mingguan, melainkan simbol keberpihakan kota kepada rakyat.

“Selama ini ruang jalan lebih banyak dikuasai kendaraan. Warga seperti dipinggirkan di kotanya sendiri. CFD adalah bentuk keberanian mengembalikan ruang publik kepada masyarakat,” tegas Hendri Zikwan, Kamis (15/5/2026).

Menurut Hendri, langkah Pemerintah Kota Palembang yang mulai menjalankan CFD secara rutin sejak April 2026 patut diapresiasi karena menghadirkan wajah kota yang lebih sehat, manusiawi, dan inklusif.

Namun ia menegaskan, keberhasilan CFD tidak boleh hanya diukur dari keramaian semata.

“CFD jangan hanya menjadi seremoni atau euforia sesaat. Ini harus menjadi gerakan sosial yang benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat kecil, pelaku UMKM, komunitas, hingga lingkungan,” ujarnya.

Hendri menyebut sedikitnya ada tiga dampak besar yang membuat CFD Palembang layak mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.

1. Mengurangi Polusi dan Menyehatkan Warga

Menurutnya, penutupan ruas jalan selama beberapa jam terbukti memberi ruang udara lebih bersih bagi warga di tengah tingginya polusi perkotaan.

Masyarakat kini bisa berjalan kaki, berlari, bersepeda, hingga berolahraga tanpa dihantui asap kendaraan dan kebisingan lalu lintas.

“Kota besar jangan hanya ramah untuk kendaraan, tapi juga harus ramah untuk manusia,” kata Hendri.

2. Menggerakkan Ekonomi Rakyat dan UMKM

CFD juga dinilai menjadi berkah ekonomi bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM lokal.

Ratusan pedagang memadati kawasan CFD dengan menjual makanan, minuman, hingga produk kreatif yang langsung diserbu pengunjung.

“CFD ini bukan hanya ruang olahraga, tapi ruang hidup ekonomi rakyat. Pedagang kecil bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus menyewa tempat mahal,” ujarnya.

3. Menjadi Ruang Sosial dan Kreativitas Publik

Selain aktivitas olahraga, CFD kini berkembang menjadi ruang berkumpulnya berbagai komunitas, mulai dari senam massal, lari, seni jalanan, musik, hingga diskusi publik.

Hendri menilai kondisi tersebut penting untuk membangun budaya kota yang sehat dan terbuka.

“Yang hidup bukan cuma badan masyarakat, tapi juga interaksi sosial dan kreativitas publik,” tegasnya.

Gempur Minta Pemkot Transparan dan Libatkan Rakyat

Meski mendukung penuh program CFD, DPD Gempur Sumsel tetap meminta Pemerintah Kota Palembang melakukan evaluasi secara terbuka dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Hendri menyoroti pentingnya penambahan fasilitas umum seperti toilet portable, akses ramah difabel, titik sampah memadai, serta pengawasan terhadap potensi pungutan liar kepada pedagang UMKM.

“Kalau CFD benar-benar untuk rakyat, maka rakyat juga harus ikut menentukan arah evaluasinya. Jangan sampai ruang publik ini malah dimanfaatkan segelintir pihak,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyebut antusiasme masyarakat terhadap CFD terus meningkat dan bahkan mulai menarik wisatawan dari luar daerah seperti Pagar Alam, Muratara, Bangka Belitung hingga Banjarmasin.

Pemerintah Kota Palembang juga berencana memperkuat pelaksanaan CFD sebagai agenda rutin mingguan dengan sosialisasi rekayasa lalu lintas yang lebih masif.

Di tengah meningkatnya kebutuhan ruang publik di kota besar, suara keras Hendri Zikwan dinilai menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada kendaraan dan beton, tetapi juga pada hak masyarakat untuk bernapas, bergerak, dan menikmati kotanya sendiri.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *