MEDIABBC.co.id – MERAUKE — Ketua Adat Kalai Woyu Maklew, Yohanis Agabi Mahuze, menegaskan pentingnya memperkuat kelembagaan adat, menjaga tanah ulayat, dan melibatkan generasi muda dalam keberlanjutan adat serta budaya masyarakat Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi dan Forum Bersama Masyarakat Adat Kalai Woyu Maklew yang dilaksanakan bersama Merah Pusaka Strategik Indonesia (MPSI) pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Yohanis Agabi Mahuze menyampaikan bahwa forum bersama merupakan ruang penting bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, dan memperkuat pemahaman mengenai adat istiadat. Melalui forum tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga identitas adat serta mencegah munculnya persoalan yang berkaitan dengan tanah ulayat dan kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, keberadaan lembaga adat harus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan, melindungi hak-hak masyarakat adat, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah berdasarkan nilai-nilai adat yang berlaku.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap peran generasi muda. Menurutnya, anak-anak muda perlu menjauhi kebiasaan buruk, termasuk penyalahgunaan minuman beralkohol, serta mengambil bagian aktif dalam kepengurusan dan kegiatan adat.
“Generasi muda harus ikut mengambil bagian dalam menjaga dan melestarikan adat. Adat bukan hanya tanggung jawab para tetua, tetapi juga menjadi tanggung jawab generasi penerus,” demikian pesan yang ditekankan dalam forum tersebut.
Selain itu, Yohanis mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan kampung, mempertahankan budaya, dan terus bergandengan tangan ketika menghadapi persoalan.
Ia berharap setiap permasalahan yang muncul di tengah masyarakat dapat dibicarakan dan diselesaikan melalui forum adat dengan mengutamakan persatuan, komunikasi, dan penghormatan terhadap ketentuan adat.
Melalui kegiatan ini, MPSI bersama masyarakat adat Kalai Woyu Maklew mendorong penguatan kelembagaan adat sebagai salah satu fondasi untuk menjaga keberlanjutan budaya, melindungi tanah ulayat, dan membangun kehidupan masyarakat Kampung Wanam yang harmonis.
“Kami dari MPSI mendorong dan mendampingi masyarakat adat untuk memperkuat kelembagaan adat, melestarikan budaya sehingga masyarakat Kampung harmonis” Tutup Annas Selaku ketua tim Riset MPSI.
(Kelana-03)

=========================================












