MEDIABBC.co.id – PALEMBANG — Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Bela Diri Bhayangkara (PORDIBYA) Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah cepat dalam menyongsong kepengurusan baru. Malam ini, Pengprov PORDIBYA Sumsel menggelar rapat koordinasi krusial untuk membentuk kepanitiaan persiapan pelantikan pengurus.
Rapat tersebut berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026 malam di Dojo Pusat PORDIBYA, Jalan Sukarjo Harjo Wardoyo, 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.
Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus provinsi. Ketua Panitia Pelaksana, Andy Rahmat, A.S., ST., MT., menegaskan bahwa kehadiran dan partisipasi aktif dari seluruh pengurus sangat krusial. Agenda utama berfokus pada pembentukan struktur panitia yang solid guna memastikan kesuksesan acara pelantikan pengurus mendatang.
“Kehadiran dan partisipasi aktif seluruh pengurus sangat menentukan kesuksesan agenda pelantikan kita,” ujar Andy Rahmat dalam rapat mendampingi Dillo kembaren Ketua harian usai membacakan susunan Kepanitiaan.
Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi bentuk laporan dan koordinasi internal organisasi. Melalui persiapan matang yang dimulai dari rapat perdana ini, PORDIBYA Sumsel optimis rangkaian pelantikan pengurus periode baru dapat berjalan lancar dan membawa kemajuan bagi organisasi ke depan.
Kebangkitan PORDIBYA Sumatra Selatan di Bawah Kepemimpinan Baru
Di bawah kepemimpinan Ketua Pengprov PORDIBYA Sumatra Selatan yang baru, DR. Ferroka P.W., B.Eng., M.H., M.Kes., organisasi Persatuan Olahraga Bela Diri Bhayangkara (PORDIBYA) Sumsel memasuki babak baru yang penuh optimisme.
Kepemimpinan ini membawa angin segar bagi perkembangan dunia karate di Bumi Sriwijaya.
Dengan merangkul berbagai perguruan, PORDIBYA Sumsel bertekad untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat eksistensi perguruan karate di wilayah ini.
Maksud dan Tujuan Kebangkitan PORDIBYA Sumsel
Menyatukan dan Memperkuat Perguruan Karate:
Menjadikan PORDIBYA sebagai wadah inklusif bagi seluruh perguruan karate di Sumatra Selatan untuk bersinergi, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama.
Melibatkan Tokoh Berpengalaman:
Mengandalkan jajaran pengurus yang terdiri dari para mantan karateka senior serta mantan atlet berprestasi yang digerakkan oleh kecintaan mendalam terhadap dunia karate.
Mencetak Bibit Atlet Unggul: Membangun kembali sistem pembinaan atlet yang terarah dan berprestasi guna melahirkan generasi karateka handal yang mampu mengharumkan nama Sumatra Selatan di kancah nasional maupun internasional.
Menghidupkan Kembali Kejayaan Organisasi:
Mengoptimalkan peran kepengurusan baru untuk membangkitkan kembali gairah dan aktivitas positif PORDIBYA Sumsel secara berkelanjutan.
“Selain akan membawa angin segar di PORDIBYA, harapan kebersamaan para perguruan ini akan menjadi bagian Perguruan Karate di Sumsel. Dibantu para pengurus yang merupakan para mantan karateka senior serta para atlet yang dulunya berprestasi karena merasa cinta akan perguruan ini, kami ingin membangkitkannya kembali.” tutup Adhy Guna (Ketua MSH Sumsel / Dan VI Karate-Do), sebagai motor awal kebangkitan PORDIBYA di Sumatra Selatan, didampingi Sandi Wijaya Sekum Pordibya sumsel.
Sejarah Singkat:Inkatsu Pordibya
Inkatsu Pordibya (Institut Karate-Jutsu Indonesia – Persatuan Olahraga Beladiri Bhayangkara) merupakan salah satu perguruan bela diri karate tertua dan bersejarah di Indonesia. Perguruan ini lahir pada 30 Maret 1963 dan tercatat sebagai salah satu dari 25 perguruan pendiri Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).
Pilar Utama Perguruan
Akar Sejarah: Didirikan pada akhir Maret 1963, Pordibya awalnya merupakan wadah bagi para penggiat bela diri dengan nama Persatuan Olahraga Beladiri Bhayangkara.
Peran di FORKI: Menjadi salah satu pilar awal perkembangan karate di Nusantara dan resmi diakui sebagai salah satu dari 25 perguruan pendiri induk organisasi karate nasional, FORKI.
Transformasi dan Identitas: Seiring perjalanan waktu, perguruan ini bertransformasi dan kini dikenal luas sebagai Inkatsu Pordibya.
Perkembangan Terkini
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum I Wayan Warka, Inkatsu Pordibya terus aktif melakukan konsolidasi organisasi secara internal. Langkah strategis ini, termasuk melalui Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta, dilakukan untuk memperkuat kembali posisi perguruan baik dalam struktur organisasi karate nasional maupun dalam perjalanan sejarah olahraga bela diri di Indonesia.
(Syaiful Jabrig)

=========================================












