========================================= ========================================
News, Palembang, Pendidikan  

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG– Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia di bidang teknologi digital, Difindo Technology Academy menyelenggarakan program pelatihan berbasis kompetensi Kejuruan Desain Grafis melalui program bantuan pelatihan kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Direktorat Jenderal Binalavotas, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Kegiatan pelatihan ini […]

Lewat Program TONGCER, Mahasiswa PPG Unsri Kenalkan Prinsip 3R Sejak Dini di SDN 224 Palembang
News, Pendidikan  

Lewat Program TONGCER, Mahasiswa PPG Unsri Kenalkan Prinsip 3R Sejak Dini di SDN 224 Palembang

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Universitas Sriwijaya (Unsri) Tahun 2026 menghadirkan inovasi kreatif lewat Projek Kepemimpinan bertajuk TONGCER (Tong Ceria) di SD Negeri 224 Palembang, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian murid terhadap kebersihan lingkungan sekolah melalui pemanfaatan galon air mineral bekas menjadi tempat sampah yang edukatif. […]

Kapolsek Lalan Ipda Mustafa Fajri Turun ke SMAN 2 Lalan, Edukasi Pelajar soal Narkoba hingga Ancaman Pidana Bullying
Muba, News, Pendidikan, Polri  

Kapolsek Lalan Ipda Mustafa Fajri Turun ke SMAN 2 Lalan, Edukasi Pelajar soal Narkoba hingga Ancaman Pidana Bullying

MEDIABBC.Co.id, MUSI BANYUASIN — Kepedulian terhadap dunia pendidikan tidak cukup hanya melalui kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Pembinaan karakter, pencegahan kenakalan remaja, serta perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba dan perundungan juga membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Komitmen tersebut ditunjukkan Kapolsek Lalan, Ipda Mustafa Fajri, S.H., melalui program POLIDIK (Polisi Peduli Pendidikan) di SMAN 2 Lalan, Desa Purwa Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Senin (19/10/2026). Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.15 WIB di ruang aula SMAN 2 Lalan tersebut, Kapolsek Lalan bersama anggota Bhabinkamtibmas memberikan edukasi dan imbauan kepada para pelajar mengenai berbagai persoalan yang berpotensi merusak masa depan generasi muda. Tiga persoalan utama menjadi perhatian, yakni kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta tindakan perundungan atau bullying yang masih menjadi ancaman di lingkungan pendidikan. Ipda Mustafa Fajri menegaskan bahwa kenakalan remaja bukan persoalan sepele. Perilaku menyimpang dapat membawa dampak negatif, bukan hanya bagi pelajar yang bersangkutan, melainkan juga bagi orang tua, lingkungan sosial, hingga masa depan mereka sendiri. Karena itu, para pelajar diingatkan agar mampu menjaga pergaulan, mempertimbangkan setiap tindakan, serta tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam perilaku negatif. Menurut Kapolsek, masa sekolah merupakan periode penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang akan menentukan perjalanan hidup seseorang pada masa mendatang. Pembinaan sejak dini dinilai penting agar para siswa memahami batasan perilaku serta mampu membedakan tindakan yang positif dan tindakan yang berisiko menimbulkan persoalan sosial maupun hukum. Selain kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba juga menjadi materi penting dalam kegiatan POLIDIK tersebut. Kapolsek Lalan bersama Bhabinkamtibmas mengingatkan para siswa agar tidak mencoba-coba narkoba, menjauhi lingkungan pergaulan yang berisiko, serta berani menolak apabila mendapatkan ajakan untuk menggunakan barang terlarang tersebut. Penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan, mengganggu pendidikan, menghancurkan hubungan keluarga, dan menghambat masa depan penggunanya. Ancaman tersebut menjadi perhatian serius karena generasi muda merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan dan pembinaan agar tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, produktif, serta mampu berkontribusi bagi bangsa. Ipda Mustafa Fajri menekankan pentingnya membangun kesadaran pelajar sejak dini agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan yang merugikan.Persoalan berikutnya yang menjadi sorotan adalah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Dalam edukasi tersebut, para siswa diingatkan bahwa tindakan mengejek, mempermalukan, mengintimidasi, mengancam, atau melakukan kekerasan terhadap teman tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa apabila menimbulkan penderitaan bagi korban. Perundungan dapat meninggalkan dampak psikologis, mengganggu proses belajar, menurunkan rasa percaya diri, bahkan membuat korban merasa tidak aman di lingkungan sekolah. Lebih jauh, tindakan perundungan tertentu juga dapat berujung pada proses hukum, bergantung pada bentuk perbuatan, akibat yang ditimbulkan, usia pelaku, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk aturan terkait perlindungan anak. Melalui penyampaian materi tersebut, Kapolsek Lalan mengajak para siswa untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan tidak menjadikan kelemahan orang lain sebagai bahan ejekan. Para pelajar juga diharapkan berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru, pihak sekolah, atau orang dewasa yang dapat membantu menyelesaikan persoalan secara tepat. Dalam keterangannya, Kapolsek Lalan Ipda Mustafa Fajri, S.H., menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif. […]

Legalitas UPGRI Dipersoalkan, Mahasiswa Terancam Jadi Korban Polemik Badan Penyelenggara
News, Pendidikan  

Legalitas UPGRI Dipersoalkan, Mahasiswa Terancam Jadi Korban Polemik Badan Penyelenggara

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG — Polemik kewenangan badan penyelenggara Universitas PGRI Palembang (UPGRI) memasuki babak yang semakin serius. Di tengah sengketa kelembagaan yang belum tuntas, mahasiswa dan alumni kini berhadapan dengan satu persoalan paling krusial: siapa yang sebenarnya berwenang menjamin sah atau tidaknya dokumen akademik mereka? Pertanyaan itu mencuat dalam aksi damai mahasiswa dan pihak terkait di lingkungan Universitas PGRI Palembang, Senin (31/8/2026). Aksi tersebut tidak sekadar mempersoalkan pergantian atau pemberhentian pejabat kampus. Persoalan yang dipertaruhkan jauh lebih besar, yakni kepastian status akademik mahasiswa, keabsahan ijazah, dokumen kelulusan, hingga konsekuensi hukum jika di kemudian hari terjadi perubahan atau pembatalan terhadap legalitas badan penyelenggara universitas. Ketegangan semakin terbuka setelah YPLP PT PGRI Sumatera Selatan meminta pihak UPGRI menandatangani nota kesepakatan mengenai pertanggungjawaban atas seluruh risiko hukum yang mungkin muncul dari polemik pengalihan kewenangan badan penyelenggara. Namun, permintaan tersebut disebut tidak mendapat persetujuan dari pihak UPGRI melalui kuasa hukumnya. Dengan demikian, tidak ada kesepakatan yang berhasil dicapai dalam aksi tersebut. Mahasiswa Diminta Percaya, Tetapi Siapa yang Bertanggung Jawab? YPLP PT PGRI Sumsel pada prinsipnya meminta pihak yang saat ini mengelola universitas memberikan jaminan tertulis. Jaminan itu berkaitan dengan kemungkinan munculnya konsekuensi hukum dari pengalihan kewenangan badan penyelenggara Universitas PGRI Palembang dari YPLP PT-PGRI Sumatera Selatan kepada Perkumpulan PGRI/BPH pada 2022. YPLP meminta pihak pengelola menyatakan kesediaan bertanggung jawab secara hukum, moral, dan finansial apabila pengalihan kewenangan tersebut nantinya dinyatakan cacat hukum berdasarkan putusan pengadilan. Tidak berhenti […]

SMKN 2 Palembang Pilih Jalur Hukum, Tak Gentar Hadapi Penyerangan Pelajar SMKN 2 Palembang Tegaskan Tak Ada Balas Dendam: Polisi Diminta Tindak Tegas Penyerang Siswa
Pendidikan  

SMKN 2 Palembang Pilih Jalur Hukum, Tak Gentar Hadapi Penyerangan Pelajar SMKN 2 Palembang Tegaskan Tak Ada Balas Dendam: Polisi Diminta Tindak Tegas Penyerang Siswa

  MEDIABBC.co.id, PALEMBANG — SMK Negeri 2 Palembang memilih tidak membalas kekerasan dengan kekerasan. Di tengah isu yang berembus soal rencana aksi balasan setelah sejumlah siswanya diserang, pihak sekolah justru mengunci sikap: tidak ada tawuran, tidak ada pengerahan massa, dan tidak ada aksi main hakim sendiri. Sekolah menyerahkan sepenuhnya perkara tersebut kepada aparat penegak hukum […]

PST Laporkan Dugaan Penyimpangan Anggaran MAN 1 dan MAN 2 Palembang ke Kejati Sumsel
News, Kajati sumsel, Pendidikan  

PST Laporkan Dugaan Penyimpangan Anggaran MAN 1 dan MAN 2 Palembang ke Kejati Sumsel

MEDIABBC.co.id,PALEMBANG — Organisasi Pemerhati Situasi Terkini (PST) melaporkan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran negara di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 dan MAN 2 Palembang kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan. Laporan tersebut disampaikan PST pada Kamis, (13/2026). Organisasi itu meminta aparat penegak hukum tidak sekadar melakukan pemeriksaan administratif, tetapi menelusuri secara menyeluruh penggunaan anggaran, realisasi […]

Guru Tak Bisa Digantikan Teknologi, PGRI Sumsel Dorong Pembelajaran Makin Inovatif
News, Pendidikan  

Guru Tak Bisa Digantikan Teknologi, PGRI Sumsel Dorong Pembelajaran Makin Inovatif

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG — Digitalisasi pendidikan terus berkembang, tetapi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan satu hal: teknologi hanyalah alat. Peran guru dalam membangun karakter, memberi keteladanan, sekaligus menghadirkan sentuhan kemanusiaan kepada siswa tetap tidak tergantikan. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Pendidikan bertajuk “Guru Inovatif, Kelas Inspiratif Mewujudkan Peningkatan Mutu Pendidikan” yang digelar Pengurus Daerah PGRI Sumsel […]

Dugaan Korupsi Dana BOS dan PSG Menggurita, PST Siap Geruduk Kejati Sumsel!
News, Ormas, Pendidikan  

Dugaan Korupsi Dana BOS dan PSG Menggurita, PST Siap Geruduk Kejati Sumsel!

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG — Praktik korupsi di sektor pendidikan kembali memantik amarah publik. LSM Pemerhati Situasi Terkini (PST) menyerukan aksi demonstrasi berskala besar untuk membongkar indikasi penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, serta dugaan Tindak Pidana Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Program Sekolah Gratis (PSG) di lima SMA Negeri di Kabupaten Banyuasin. […]

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.