=========================================
News, Polri  

Banjir Darah akibat Celurit Remaja, Polsek IB I Palembang Minta RT/RW dan Orang Tua Turun Tangan

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG Maraknya aksi tawuran remaja dengan senjata tajam yang mulai menelan korban jiwa memicu respons tegas dari kepolisian. Polsek Ilir Barat I Palembang merapatkan barisan bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat untuk membendung aksi premanisme remaja yang kian meresahkan warga.

Langkah krusial ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Tawuran yang dipimpin langsung Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Fauzi Saleh, di Aula Mapolsek IB I pada Rabu (16/9/2026).

Poin paling krusial dalam rakor tersebut menyoroti eskalasi kekerasan remaja di jalanan yang sudah berada di tingkat mengkhawatirkan. Polisi tak hanya membeberkan peta kerawanan, tetapi juga menunjukkan tumpukan barang bukti senjata tajam (sajam) jenis celurit berukuran tak wajar hasil sitaan dari para pelaku.

Kompol Fauzi Saleh mengungkapkan bahwa aksi kriminal jalanan ini telah memakan korban luka parah hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Masalah tawuran ini sudah masuk tahap mengkhawatirkan karena ada korban yang dirawat di rumah sakit. Celurit-celurit yang kami amankan ini bukti nyata bahaya latent tersebut. Polisi tidak bisa bekerja sendirian; butuh tindakan bersama untuk menghentikannya,” tegas Fauzi.

Dalam arahannya yang lugas, Kapolsek menegaskan bahwa penanganan tawuran tidak boleh lagi sekadar mengandalkan patroli aparat di hilir. Peran pengawasan keluarga di hulu menjadi kunci utama guna memutus mata rantai kekerasan anak bawah umur.

Di hadapan Camat IB I, Danramil 02, serta jajaran Ketua RT dan RW yang hadir, Fauzi meminta agar pengawasan di tingkat lingkungan pemukiman makin diperketat, terutama pada jam-jam rawan malam hari.

Beberapa poin penanganan strategis yang disepakati meliputi:

  • Pemetaan Jam Rawan: Peningkatan patroli perbatasan dan lokasi rentan gesekan pada malam hingga dini hari.

  • Deteksi Dini Lingkungan: Peran aktif RT/RW dalam mengawasi pergerakan pemuda dan anak-anak yang nongkrong melewati batas waktu.

  • Edukasi dan Persuasi: Pembinaan berbasis pendekatan keluarga dan sekolah untuk mengalihkan aktivitas remaja ke kegiatan produktif.

Polsek Ilir Barat I memastikan tidak akan memberi ruang bagi para pelaku penyerangan dan pembuat keonaran. Selain mengedepankan pendekatan preventif dan humanis, kepolisian menegaskan bakal mengambil tindakan hukum terukur bagi siapa saja yang terbukti membawa sajam dan mengancam keselamatan warga.

Kegiatan koordinasi lintas sektor yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan tertib. Kepolisian berharap komitmen bersama ini menjadi titik balik kembalinya rasa aman dan kondusif di wilayah hukum Ilir Barat I Palembang.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *